Inflasi Sumatera Utara pada tahun 2021 diprediksi lebih tinggi dari 2020, namun diyakini masih di bawah rentang target yang sebesar 3 plus minus 1 persen. 

Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sumut, Soekowardojo di Medan, Jumat (11/6), mengatakan, inflasi Sumut yang pada 2020 sebesar 1,96 persen juga di bawah rentang target yang diperkirakan di kisaran 2,6 - 3 persen secara "year on year".

"Kenaikan inflasi di 2021 dipicu oleh membaiknya kondisi perekonomian yang didorong peningkatan mobilitas masyarakat, permintaan domestik, dan harga komoditas global," katanya.

Baca juga: Sumut inflasi 0,02 persen didorong kenaikan harga hasil laut

Inflasi diprediksi semakin terdorong dengan adanya pengurangan subsidi bahan bakar minyak jenis solar sebesar Rp350 per liter. 

Termasuk adanya insentif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) per 1 Maret yang mendorong permintaan mobil meningkat. 

Program vaksinasi yang berjalan baik dan meningkat dan memicu permintaan masyarakat juga ikut mendorong inflasi. 

"Meski naik, namun inflasi di Sumut pada tahun ini diyakini masih di bawah rentang target yang sebesar 3 plus minus satu persen," katanya. 

Pewarta: Evalisa Siregar

Editor : Riza Mulyadi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2021