Bupati Tapanuli Selatan Dolly Putra Parlindungan Pasaribu tegas menyatakan pihaknya tidak akan mentolelir bilamana ada apararaturnya yang terlibat narkoba. 

"Bila terbukti secara hukum kita beri sanksi pemecatan," kata Bupati saat menghadiri Safari Isra Mikraj 1442 Hijriyah dirangkai Pengajian Akbar BKMT Desa Janji Manaon, Batang Angkola, Jumat (26/3).

Hal ihwal mengungkapkan itu terkait dirinya (Bupati) menerima sebuah pesan WhatsApp masyarakat bahwa ada oknum aparat pemerintah diduga terlibat Narkoba.

Baca juga: Ini langkah Dolly - Rasyid membangun Tapsel agar lebih maju lagi

"Pesan WA itu membuat saya terenyuh. Awalnya saya kurang percaya. Namun BNNK si oknum itu sudah bertahun diduga terlibat narkoba. Dinas PMD dan Camat Batang Angkola juga sudah kita panggil," jelasnya.

Pun demikian, Bupati meminta untuk mengedepankan azas praduga tak bersalah. "Namun bila bukti hukum benar oknum itu terlubat narkotika, kita akan bebas tugaskan," tegasnya.

"Narkotika harus di lawan bersama. Karena merusak sendi kehidupan. Semua elemen masyarakat harus mendukungnya," katanya.

Melalui kegiatan Isra Mikraj dan pengajian akbar BKMT ini, Bupati lebih jauh meminta para jamaah yang hadir agar tetap istiqomah dalam peningkatan iman dan taqwa kepada Allah SWT," tuturnya. 

Senada Ketua TP PKK Tapsel Ny Rosalina Dolly P Pasaribu, mengatakan kegiatan keagamaan ini kiranya dapat semakin membangkitkan semangat untuk melestarikan pengajian demi meningkatnya iman dan taqwa masyarakat Tapsel khususnya.

Kegiatan yang mengedepankan protokol kesehatan ini juga dihadiri sejumlah pejabat jajaran Pemkab Tapsel. Lalu penyerahan bantuan kepada 15 orang fakir miskin dan anak sekolah kurang mampu dari Baznas oleh Bupati.

Pewarta: Kodir Pohan

Editor : Akung


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2021