Jenazah Ikhsan Fatahilah (10) dan Rafa Anggara (5), dua bocah yang tewas di sekolah Global Prima Medan, dibawa ke rumah duka setelah diautopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Medan. 
 
Kedatangan jenazah ke rumah duka di Jalan Brigjen Katamso, Gang Satria, Senin (22/6) siang, disambut histeris ibu kandung korban, kerabat serta para tetangga.
 
Isak tangis pun pecah saat jenazah diturunkan dari mobil ambulans dan ditandu menuju rumah duka.

Baca juga: Dua bocah ditemukan tewas di area sekolah Global Prima Medan

Baca juga: Dua bocah tewas di sekolah Global Prima Medan diduga dibunuh ayah tiri
 
Suasana sedih tambah terasa begitu jenazah memasuki teras rumah hingga ditempatkan di ruang tamu. Warga yang turut menyambut kedatangan jenazah juga tak kuasa menahan sedih.
 
Tak hanya itu, puluhan warga yang memadati rumah duka turut menyuarakan kekesalan terhadap ayah tiri yang diduga sebagai pelaku pembunuhan dua bocah tersebut.
 
"Kalau memang dia (ayah tiri) yang bunuh anak-anak ini, maunya dihukum mati saja itu ayahnya. Enggak ada kali perasaan, ya ampun," kata tetangga korban, Risma yang dijumpai ANTARA. 
 
Puluhan warga memadati rumah duka di Jalan Brigjen Katamso, Gang Satria, Medan. (ANTARA/Nur Aprilliana Br Sitorus)

Risma mengaku kesal dan prihatin atas kejadian yang menimpa kedua bocah tersebut. 
 
"Enggak habis pikir kali, walaupun dia ayah tiri kenapa sampai tega berbuat kayak gini," ujarnya.
 
Jenazah kedua bocah ini rencananya akan dikebumikan di TPU Mandailing Medan yang tak jauh dari rumah duka. 

Baca juga: Polisi tangkap ayah tiri dua bocah yang jenazahnya ditemukan di area sekolah Global Prima Medan
 
Sebelumnya, kedua bocah tersebut ditemukan tewas di area sekolah Global Prima, Jalan Brigjen Katamso, Medan, pada Minggu (21/6).
 
Keduanya ditemukan di dalam parit bangunan sekolah tersebut dengan posisi terlentang serta bagian wajah memar dan berlumuran darah.
 
Dalam kasus ini, pihak kepolisian telah mengamankan ayah tiri korban yang bernama Rahmadsyah (30).

Pewarta: Nur Aprilliana Br. Sitorus

Editor : Riza Mulyadi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2020