Presiden Vladimir Putin sebut Rusia bisa mengalahkan virus corona dalam waktu kurang dari tiga bulan jika segera memberlakukan tindakan tegas karena pihak berwenang menangguhkan semua penerbangan reguler dan sewa dari dan ke negara itu mulai Jumat (27/3).

Pihak berwenang Moskow mengatakan akan menutup semua toko selain toko makanan dan apotek mulai akhir pekan ini karena Rusia melaporkan kenaikan terbesar kasus virus corona dalam sehari, sehingga jumlah resminya menjadi 840 kasus.

Baca juga: Mesir laporkan 39 kasus baru Corona dengan 3 kematian

Angka itu tetap jauh lebih rendah daripada di banyak negara Eropa, tetapi wali kota Moskow mengatakan kepada Putin pada Selasa (24/3) bahwa skala sebenarnya dari masalah di ibu kota jauh melebihi angka resmi.

Baca juga: 78 meninggal, 893 kasus positif COVID-19 di Indonesia

Baca juga: Seorang dokter di Medan dinyatakan positif COVID-19

Putin, dalam pidato yang disiarkan televisi pada Rabu (25/3), meluncurkan langkah-langkah baru yang dirancang untuk memperlambat penularan virus, menyatakan pekan depan banyak warga Rusia tidak bekerja dan mendesak mereka untuk tinggal di rumah.

Dia membahas langkah-langkah tersebut pada pertemuan yang disiarkan televisi dengan para pengusaha pada hari Kamis.

"Ini adalah tindakan yang dipaksakan, bersifat sementara dan dipaksakan. Tetapi jangka waktunya akan lebih pendek, semakin efektif dan terus terang semakin keras. Kemudian periode ini akan membaik," kata Putin dalam komentar yang disiarkan televisi.

"Tetapi ketika kita akhirnya keluar dari situasi ini, dan kita pasti akan keluar dari sini ... Saya harap ini akan lebih cepat dari apa yang Anda katakan (dua-tiga bulan)," kata dia.

Pemerintah mengajukan undang-undang ke parlemen untuk ditinjau yang akan memberikan Putin wewenang untuk menyatakan keadaan darurat di seluruh atau di sebagian negara.

Menteri Pertahanan Sergei Shoigu mengatakan kementerian sedang membangun 16 pusat penyakit menular dan berencana untuk menyelesaikan delapan kelompok pertama pada 30 April dan sisanya pada 16 Mei.

Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin mengatakan semua toko dan pusat perbelanjaan kecuali yang menjual makanan dan apotek akan ditutup mulai 28 Maret hingga 5 April. Restoran, kafe, dan bar juga akan ditutup, kata Sobyanin dalam sebuah pernyataan.

Langkah-langkah yang sama akan diterapkan di wilayah Moskow, yang mengelilingi ibu kota.

Di bawah pembatasan maskapai, maskapai Rusia masih akan diizinkan terbang ke negara lain untuk membawa warga Rusia kembali atau jika mereka diizinkan oleh keputusan pemerintah khusus, kata pemerintah di situsnya.

Sumber: Reuters

Pewarta: Yashinta Difa Pramudyani

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2020