Limbah pabrik kelapa sawit yang berada di Kelurahan Pelan Gebang Kecamatan Gebang Kabupaten Langkat diduga masih terus mencemari lingkungan lingkungan di kawasan itu.

Hal itu disampaikan warga Kelurahan Pekan Gebang Suwito, di Gebang, Minggu.

Suwito menjelaskan masyarakat Pekan Gebang  yang sebagian berprofesi sebagai petani dan petambak ikan, udang ini menyampaikan dugaaan, perusahaan pengolahan sawit ini membuang limbah pengolahan sawitnya ke parit tanpa melakukan pengolahan limbah yang benar.

Suwito mengaku, sejak terjadi pembuangan limbah hitam dari PT JPN, hasil panen tambaknya mengalami kemerosotan hasil panen yang mengakibatkan dia merugi mencapai Rp 5 jutaan sekali panen.

“Setelah pembuangan limbah hitam ke parit warga yang parit tersebut mengalir hingga ke sungai dan bermuara ke laut ini, hasil panen tambak kami selalu merugi.  Kami telah pernah mengadu, tapi belum ada respon dari pemerintah. Ya kami sabar sajalah,” ucapnya.

Sementara  warga lainnya Sugiono (52) menceritakan mengalami gagal panen akibat air diduga tercemari limbah PT JPN.

Tak tanggung-tanggung, mengalami kerugian puluhan juta akibat udang yang dipeliharanya di tambak mati.

“Saya dua kali gagal panen, kami rugi puluhan juta. Kami berharap agar PT JPN tak membuang limbah ke parit yang merupakan sumber air warga,” katanya.

Untuk itu mereka berharap agar Dinas Lingkungan Hidup Langkat maupun aparat kepolisian dapat segera menindak pencemaran yang terjadi agar ekonomi masyarakat tidak semakin merosot.

Pewarta: H.Imam Fauzi

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2019