Satu hari setelah kejadian dengan  mengambil tujuh korban dan satu di antaranya meninggal dunia, petir kembali menyambar seorang warga Kecamatan Angkola Tano Tombangan, Kabupaten Tapanuli Selatan.

"Korbannya bernama Samuel Silitonga (18) warga Desa Aek Kahombu," ujar Indra Sakti Siregar, Camat Angkola Tano Tombangan kepada ANTARA, Minggu (5/5).

Peristiwa itu terjadi Sabtu (4/5) sekira pukul 17.00 WIB, saat korban sedang beraktivitas menyiangi sawah untuk persiapan menjelang menanam benih padi.

Setelah diketahui tersambar petir, korban langsung dilarikan ke Puskesmas Angkola Tano Tombangan untuk mendapat perawatan medis.

Anak dari pasangan Mikael Silitonga dan Herdina Rajagukguk itu merasakan seluruh tubuhnya panas dingin dan lemas setelah terkena petir.

Baca juga: Tujuh warga Tapanuli Selatan disambar petir, satu meninggal

Namun setelah mendapat perawatan di Puskesmas korban minta pulang dengan alasan mau dirawat di rumah dengan cara berendam lumpur yang diyakini masyarakat merupakan obat ampuh untuk menyembuhkan.

Sebelumnya, tujuh orang warga Kecamatan Angkola Tano Tombangan juga disambar petir saat hujan deras, Jumat (3/5), sekira pukul 16.30 WIB, dan satu diantara korban bernama Irwan Hasibuan (10) meninggal dunia dalam peristiwa ini.

Bupati Tapanuli Selatan Syahrul M. Pasaribu melalui Camat Angkola Tano Tombangan Indra Sakti Siregar mengimbau warganya lebih waspada mengingat cuaca beberapa hari belakangan ini cukup ekstrem.

"Bila cuaca terlihat mau hujan lebih baik menunda dulu aktivitas di ruang terbuka seperti di kebun, di sawah dan lainnya untuk mengantisipasi hal tidak diinginkan," pinta bupati.

Pewarta: Kodir Pohan

Editor : Riza Mulyadi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2019