Perbaungan, (Antaranews Sumut)- Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai bersama Polda Sumatera Utara melakukan penanaman bibit pohon mangrove di Pantai Mangrove Desa Sei Nagalawan Kecamatan Perbaungan, Serdang Bedagai sebagai upaya menjaga kelestarian pantai.
     
Bupati Serdang Bedagai Soekirman di Perbaungan, Senin, mengatakan, secara ekologis, ekosistem mangrove berperan sebagai area pemijahan ikan (spawning ground), pembesaran ikan (nursery ground) dan juga tempat mencari makan (feeding ground). 
     
Kemudian, mangrove juga berfungsi sebagai penopang ekosistem laut dan pesisir karena saling terkait pada ekosistem lamun dan terumbu karang, mangrove juga sebagai penahan erosi, perangkap sendimen, pendaur unsur hara di pesisir dan peredam laju intrusi air laut kedaratan dan juga yang terpenting hutan mangrove mampu mengurangi dampak gelombang tsunami.
   
Untuk itu penanaman bibit mangrove tersebut yang dilakukan serempak di lima kabupaten se-Sumut merupakan salah satu wujud aksi nyata untuk manifestasi akan keselamatan dunia, keluarga dan generasi penerus dari kemungkinan bencana yang diakibatkan gelombang laut seperti tsunami. 
     
"Wujud aksi penyelamatan lingkungan, flora dan fauna serta merupakan wujud rasa syukur kita pada ilahi dengan menjaga dan melestarikan nikmat karunia Nya," katanya.
     
Ia juga menyampaikan laut memegang peranan penting bagi kondisi alamiah bumi, selain berfungsi sebagai penahan panas dan juga menentukan siklus air serta perubahan cuaca. 
     
"Luas lautan yang mencapai 70 persen dari luas bumi, harusnya menyadarkan semua pihak bahwa pulau yang kita tinggali hanyalah seonggok tanah daratan yang menyerak dari lautan luas," katanya disela acara penanaman mangrove tersebut. 
     
Laut, kata dia, memberikan banyak manfaat bagi kehidupan, juga sebagai penyedia sumber pangan alami yakni ikan yang merupakan makanan halal bagi pemeluk agama apapun. 
     
Selain itu laut juga memberikan pesona alam yang tidak ternilai, oleh karena itu kelestarian ekosistem laut menjadi tanggung jawab kita bersama.
     
Sementara Kapolda Sumut Irjen Pol. Drs. Agus Andrianto, mengatakan manusia sebagai pelaku sejarah hendaknya meninggalkan bekal yang bermanfaat bagi banyak orang khususnya generasi muda. 
     
Dengan persatuan dan kesatuan serta kerukunan antar umat beragama dan juga lintas entis, Kapolda berkeyakinan tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan. 
     
"Semoga apa yang kita lakukan hari ini akan tumbuh dan berkembang memberikan manfaat bagi generasi penerus, anak cucu kita," katanya.***4***

 

Pewarta: Juraidi

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2018