Tapteng, 1/9 (Antarasumut)- Akhir tahun 2017 jembatan gantung batu lubang yang ada di kilo meter 7 Kabupaten Tapanuli Tengah, akan dibangun pemerintah pusat melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN), dengan taksiran biaya sekitar Rp 35 miliar. 

Untuk mengetahui respon serta dukungan dari masyarakat, Balai Besar Pelaksa Jalan Nasional I mengadakan Presentase  Review Design Jembatan batu lubang dalam rangka menerima masukan kearifan lokal dari tokoh masyarakat, Kamis sore di ruang Garuda kantor bupati Tapteng, yang dihadiri SKPD dari kedua daerah Sibolga-Tapanuli Tengah.

Pertemuan ini dihadiri  Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN)-I Ir Paul Ames Halomoan Siahaan, Kepala Satuan Kerja  Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (Kasatker P2JN) Ir Buyung Sitompul MT, beserta bagian design jembatan batu lubang beserta tim. 

Dalam paparannya, mereka menjelaskan prospek pembangunan jembatan gantung batu lubang, serta meminta tanggapan dan saran dari masyarakat.

Dari hasil pemaparan tersebut, masyarakat kedua daerah menyambut baik dan bergembira akan perhatian dan juga perjuangan dari stake holder yang sudah mengusulkan pembangunan jembatan batu tersebut.

“Kami sangat bergembira dan bersyukur kepada Tuhan, sehingga pembangunan jembatan gantung batu lubang ini akan dimulai. Dan kami selaku tokoh masyarakat yang ada di kedua daerah ini pasti setuju dan mempercayakan kepada bapak-bapak bagaimana desaint yang terbaik, karena kami bukanlah bagian teknis. 

Bagi kami dengan dibangunnya jembatan gantung ini, sudah anugerah yang terindah dari pemerintah pusat kepada masyarakat Sibolga-Tapteng,”kata Maruli Firman Lubis, SH selaku Ketua Umum Lembaga Adat Batak Dalihan Natolu, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Seiring dengan itu, Sekdakab Tapeng, Henri Susanto Tobing menjelaskan, dukungan dari masyarakat Sibolga-Tapteng tidak perlu diragukan lagi. 

Karena sudah merupakan kerinduan yang cukup lama dinantikan, bahkan kalau bisa disebutkan, sudah berapa truk proposal yang disampaikan kepada kementerian terkait hal rencana tersebut, namun belum direspon. Untuk itulah dengan adanya respon ini, pasti masyarakat dan juga pimpinan kedua daerah Sibolga-Tapteng menyambut baik serta mendukung sepenuhnya.

Sebelumnya Buyung  Sitompul menjelaskan, objek batu lubang seperti terowongan yang menjadi jalan lintas kendaraan publik selama ini tetap akan berfungsi nantinya, baik sebagai ruas jalan maupun sebagai objek wisata khusus berupa peninggalan sejarah Belanda di masa rodi (kerja paksa) kolonial. 

Batu lubang mirip terowongan berjumlah dua unit pada jarak sekitar 100-an meter dengan ketinggian atau diameter hampir tiga meter.

Jembatan kabel yang akan dibangun itu terletak pada kedua sisi tebing terdekat sebelum objek tikungan Batu Lubang tersebut. 

Jembatan dibuat dengan model jembatan gantung dengan titian yang diikat dengan sejumlah kabel baja-baja prategang pada kedua sisi jembatan. Kabel-kabel tersebut akan ditancap  (model bor) ke dalam bebatuan pada jarak dan jumlah serta kedalaman yang dipastikan aman.

Pewarta: Jason

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2016