Pandan, 12/9 (Antara) - Bupati Tapanuli Tengah,  Raja Bonaran Situmeang mengundang Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Elka Pangestu untuk merayakan Natal pada 24 Desember 2013 di Kecamatan Barus, untuk sekalian mempromosikan daerah penghasil kemenyan tersebut.

"Barus dipilih menjadi lokasi perayaan Natal, karena merupakan kota bersejarah yang pertama masuknya penyebaran agama Kristen di Indonesia," kata Bonaran di Pandan, Kamis.

Dikatakannya, Barus menjadi sangat penting dalam sejarah peradaban di Indonesia, karena dipercaya sebagai tempat masuknya ajaran agama Islam pertama dan Kristen di Nusantara.

Menurutnya, dalam sejarah pekabaran Injil di Tanah Batak, Pendeta I Nomensen bertugas pada 1862 di Barus, kawasan pelabuhan besar penghasil kemenyan
Bonaran menyebutkan, hanya dua negara penghasil kemenyan di dunia, yakni Indonesia dan Myanmar, sehingga ia yakin bahwa kemenyan yang dibawa orang majus untuk dipersembahkan kepada Yesus, sebagian berasal dari daerah tersebut.

Hal tersebut, kata dia, dikuatkan dalam Injil Matius 2 yang berbunyi "Ketika itu mereka (orang Majus dan orang pintar dari Timur) datang membawa persembahan emas, mur dan kemenyan."
"Berdasarkan penelitian, pusat perdangan terbesar di pantai Barat Samudra Hindia khususnya di Indonesia adalah Barus," katanya.

Kabag Humas Pemkab Tapanuli Tengah, Iwan Sinaga menambahkan, selain mengundang Menparekraf, Bupati Bonaran juga mengundang Jenderal TNI (Purn) Luhut B Panjaitan.

Undangan tersebut, kata dia, disampaikan saat menghadiri wisuda ke-10 dan Dies Natalis ke-12 Institut Teknologi DEL, di Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba Samosir, Sabtu (7/9).

Menurut Iwan, Menparekraf Mari Elka Pangestu sangat tertarik dan berjanji akan berkunjung ke Tapteng, guna menyaksikan semua keindahan panorama alam maupun potensi pariwisata serta sejarah dan keberangaman agama, budaya di daerah tersebut.

Ditinjau dari segala aspek, kata juru bicara Pemkab Tapteng itu, Barus mempunyai potensi yang sangat besar, terutama industri pariwisata, mencakup sektor pariwisata bahari dan keindahan alam.

Saat ini, lanjut Iwan, rata-rata kunjungan wisatawan domestik ke Tapteng berkisar 12 hingga 14 ribu orang per bulan.

"Keunikan pantai di pesisir Barat Pulau Sumatera ini, juga mempunyai wisata religi khusus, baik untuk agama Islam dan Kristen," katanya.(ant)

Pewarta:

Editor :


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2013