Kamis, 21 September 2017

Pemkot Produksi Beras Berbasis Organik Cap Rambutan

| 1256 Views
id binjai, beras, organik, rambutan
Binjai, Sumut, 9/3 (Antara) - Pemerintah Kota Binjai, memproduksi beras berbasis organik dengan merk cap rambutan akan diperjualbelikan pada pekan raya Sumatera Utara dengan kemasan satu hingga lima kilogram sebanyak satu ton.

Hal itu disampaikan Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemerintah Binjai Rudi Iskandar Baros di Binjai, Kamis.

"Beras yang diproduksi ini diyakini akan diminati oleh masyarakat disebabkan kualitasnya cukup bagus dan mampu bersaing dengan beras kualitas primer yang ada di Indonesia," katanya.

Beras ini berbasis organik dari varietas Sidenok dengan pola bercocok tanam melalui teknologi Intensifikasi Padi Aerob Terkendali Berbasis Organik (IPAT-BO), katanya.

Dengan teknologi ini mampu menghasilkan padi 10,1 ton per hektarenya dengan masa tanam hanya 86 hari saja sebagaimana telah diujicobakan di areal persawahan yang ada di Kelurahan Sumber Karya Kecamatan Binjai Timur.

"Beras yang diproduksi ini diharapkan menjadi salah satu produk unggulan daerah itu nantinya sesuai dengan harapan Wali kota Muhammad Idaham," ujar dia.

Sekarang ini Pemko Binjai bekerjasama dengan LPM Pilar Andalan Sinergi selaku pihak yang memperkenalkan guna mendukung produksi beras di lahan yang lebih luas lagi.

Direktur LPM Pilar Andalan Sinergi Gunawan Hadisahputra mengatakan beras Binjai berbasis organik cap rambutan ini telah didaftarkan untuk mendapatan hak paten di Kemenkum HAM.

Pihaknya menjual beras cap rambutan ini dipasaran dengan harga Rp 75.000 per lima Kg, sambil membandingkan kalau di Jakarta beras kualitas ini dijual dengan harga Rp 25.000 per Kg.

"Keunggulan beras ini diantaranya tidak memakai zat pemutih, pewarna dan pewangi, tidak dicampur dan hanya satu varietas benih. Selain itu petani diawasi dan didampingi mulai dari tanam hingga panen oleh tenaga ahli dibidang pertanian," katanya.

Penerapan kuality kontrol yang sangat ketat saat pasca panen gabah sampai menjadi beras, packing dan edar, serta disimpan dalam bentuk gabah bukan beras sehingga kualitas selalu baru.

Pihaknya juga berharap ada kelompok tani yang mau bermitra untuk menyediakan lahan dan tenaga kerjanya saja. "Nanti akan kami bantu untuk penyediaan bibit unggul, pupuk, teknologi, serta pendamping secara gratis," ujarnya.***3***

(T.KR-IFZ/C/A029/A029) 09-03-2017 19:39:28

Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARASUMUT 2017