Cirebon, 6/2 (ANTARA) - Menjelang Perayaan Hari Raya Tahun Baru China atau Imlek yang jatuh pada 10 Februari 2013 sejumlah perajin dodol keranjang mengaku pesanan meningkat dibandingkan pada hari-hari sebelumnya.
Hen San, salah seorang perajin dodol keranjang rumahan di Cirebon kepada wartawan, Rabu, mengatakan, menjelang perayaan Imlek pesanan dodol keranjang meningkat dibandingkan hari biasanya.
Kini, pesanan mulai berdatangan sehingga pihaknya harus menambah tenaga tambahan supaya permintaan terpenuhi. Dodol keranjang khas Imlek masih menjadi kebutuhan utama bagi warga keturunan Tionghoa.
Selain memproduksi sendiri kue keranjang, pihaknya sering mendatangkan kue dari Tegal, karena khawatir permintaan tidak terpenuhi.
Pembuatan kue dodol keranjang cukup sederhana, namun butuh waktu cukup lama yakni sekitar 11 jam lamanya, cara mengolahnya adonana terigu dan gula dicetak dalam cetakan kaleng, kemudian direbus menggunakan dandang besar sampai matang.
Hen San menjelaskan, ada beberapa varian rasa kue dodol keranjang mulai seperti rasa normal gula aren, durian, pisang dan vanila. Sedangkan untuk harga kue dodol kranjang bervariasi Rp16.000 hingga Rp25.000 per kilogramnya.
Sementara itu Ling-ling, pedagang dodol keranjang di pasar Kanoman Kota Cirebon mengaku, jelang Imlek pesanan kue keranjang mulai berdatangan, diperkirakan penjualan akan terus meningkat pada hari-hari mendatang.
Dodol keranjang dianggap penting bagi mereka yang merayakan Imlek, kata dia, sehingga permintaan cukup tinggi. Kue keranjang sebagian didatangkan dari Tegal Jawa Tengah.
Haryanto, warga Tionghoa di Cirebon menuturkan, kue keranjang atau dodol Cina, yang mempunyai makna sebagai perekat kekeluargaan, persaudaraan, pertemanan sehingga saat perayaan Imlek dibutuhkan.
