Medan (ANTARA) - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menargetkan, Sumut bebas rabies dengan mendukung upaya vaksinasi bagi sekitar 80 persen hewan peliharaan di daerah.

Upaya ini, lanjut dia, diperkuat dengan penanganan kasus gigitan hewan penular rabies (HPR) indikator tata laksananya sesuai standar telah mencapai 96 persen di 30 kabupaten/kota se-Sumut.

"Sekitar 96 persen di 30 dari 33 kabupaten/kota se-Sumatera Utara melampaui target awal sekitar 82 persen," ucap Bobby usai menerima Pengurus Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Sumatera Utara di Kantor Gubernur Sumut, Selasa.

Gubernur mengatakan, vaksinasi terhadap hewan peliharaan tersebut sangat penting dilakukan guna mengantisipasi penyebaran penyakit rabies.

Selain itu, juga mencegah gigitan hewan penular rabies, dan apalagi manusia hidup berdampingan hewan peliharaannya.

Pelaksanaan vaksinasi ini antara lain difokuskan di daerah-daerah wisata, karena jangan sampai ada wisatawan terkena gigitan hewan penular rabies yang bisa berdampak buruk citra pariwisata Sumut.

 

"Karena kita berdampingan dengan hewan, dan perlu divaksinasi. Kita perlu memvaksinasi seluruh hewan di daerah wisata agar tidak ada wisatawan tergigit dan mengganggu kenyamanan wisata," jelas Bobby.

Gubernur mengapresiasi Bulan Bakti Peternakan dan World Rabies Day 2026 diinisiasi PDHI bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumut merespons tantangan kesehatan hewan dan masyarakat.

"Melalui kegiatan ini selain memecahkan rekor MURI (Museum Rekor Dunia Indonesia), juga mendorong vaksinasi 80 persen hewan peliharaan, dan Sumut bebas rabies terwujud," tutur Bobby.

Ketua PDHI Cabang Sumatera Utara Chalikul Bahri secara resmi mengundang Gubernur Sumut Bobby Nasution untuk menghadiri puncak Bulan Bakti Peternakan dan World Rabies Day 2026.

"Kegiatan ini mengusung tema 'Peternakan Maju, Sumut Bebas Rabies" digelar di Lapangan Astaka, Jalan William Iskandar, Deli Serdang pada 26–27 September 2026," paparnya.

 

Salah satu agenda utama kegiatan ini, lanjut dia, vaksinasi rabies massal secara serentak di seluruh kabupaten/kota se-Sumatera Utara dengan sasaran 15.000 ekor hewan penular rabies.

Menurutnya, vaksinasi massal secara serentak satu provinsi tersebut juga diarahkan untuk memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

"Implementasi di lapangan ini memerlukan kompetensi, dukungan logistik, dan kolaborasi lintas sektor yang kuat," tutur Chalikul.

Ia juga mengatakan, Bulan Bakti Peternakan dan World Rabies Day 2026 juga diramaikan berbagai kegiatan memperebutkan Piala Gubernur Sumatera Utara.

Antara lain kontes ternak sapi dan kambing atau domba menjadi kompetisi tingkat provinsi dengan penilaian berdasarkan performa fisik, kesehatan, dan genetika.

Selain itu, terdapat juga kontes hewan kesayangan (anjing dan kucing), kontes burung kicau, edukasi peternakan oleh influencer, serta ekspo, dan pasar murah.

"Rangkaian kegiatan ini mendatangkan sekitar 5.000 pengunjung secara langsung terdiri atas masyarakat umum, peternak, pemilik dan pencinta hewan, komunitas kicau mania hingga pelaku industri," ujar Chalikul.

 

 



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Gubernur Sumut targetkan Sumut bebas rabies hewan peliharaan

Pewarta: Muhammad Said
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026