Medan (ANTARA) - Pemerintah (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) pada tahun ini menggelontorkan anggaran sebesar Rp1,37 triliun untuk pembangunan infrastruktur jalan di daerah.

Kepala Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi dan Cipta Karya Provinsi Sumut Chandra Dalimunthe mengaku anggaran Rp1,37 triliun merupakan implementasi Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Pembangunan Infrastruktur Terintegrasi (Intansi) yang diusung Gubernur Sumut Bobby Nasution.

 

"Anggaran pembangunan infrastruktur jalan tahun 2026, sebesar Rp1,37 triliun. Anggaran ini dibagi untuk program PHTC, dukungan program Proyek Strategis Daerah (PSD), dan lainnya," ujar Chandra dalam temu pers di Kantor Gubernur Sumut, Selasa.

Dari anggaran tersebut, sebesar Rp672,22 miliar lebih untuk pembangunan,dan peningkatan ruas jalan, serta jembatan strategis di daerah melalui 52 kegiatan utama.

"Anggaran ini diperuntukkan pembangunan jalan sepanjang 86 kilometer, pemeliharaan berkala jalan 11,91 kilometer, dan rehabilitasi jalan sepanjang 10 kilometer," katanya.

Kemudian, pembangunan turap/talud/bronjong di 17 titik, pembangunan jembatan sepanjang 32 meter, pengganti lantai jembatan 25 meter, dan pembangunan saluran drainase sepanjang 250 meter.

Untuk program Proyek Strategis Daerah (PSD), khususnya pembangunan ruas jalan baru menjadi penghubung wilayah terisolasi dan kawasan strategis dialokasikan anggaran sebesar Rp320,2 miliar.

Program PSD tersebut mencakup pembangunan jalan sepanjang 55 kilometer melalui delapan kegiatan utama..

"Hingga saat ini jalan mantap di Sumut 74,12 persen dari total 3.006 kilometer kewenangan provinsi, sedangkan jalan dalam kondisi rusak berat dan ringan ada 25,88 persen," kata Chandra.

 

 

Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan di Sumatera Utara dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan anggaran keuangan daerah.

"Untuk tahun ini, dari program PHTC dan PSD ada 141 kilometer jalan yang akan kita bangun,” papar Chandra.

Pemprov Sumut juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp137 miliar bagi penanganan infrastruktur pascabencana untuk 24 kegiatan utama.

"Meliputi pembangunan turap/talud/bronjong di 19 titik, pembangunan jembatan 20 meter, penggantian lantai jembatan 30 meter, rehabilitasi satu unit jembatan, dan pembangunan tiga unit box culvert," tuturnya.



Pewarta: Muhammad Said
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026