Medan (ANTARA) - Delegasi Islam dari wilayah kerja Konsulat Jenderal China di Medan pada Rabu (14/5) mengunjungi Danau Baisha di Dataran Tinggi Pamir, Xinjiang, untuk melihat langsung panorama alam pegunungan dan jejak budaya Jalur Sutra kuno.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian lawatan delegasi ke China pada 11-17 Mei yang mencakup Beijing, Urumqi dan Kashgar guna mempererat pertukaran di bidang agama, pendidikan dan budaya antara Indonesia dan China.

Delegasi terdiri dari perwakilan lembaga Islam, perguruan tinggi, organisasi sosial dan media dari Sumatera Utara, termasuk Ketua Umum Perhimpunan INTI dr. Indra Wahidin, pimpinan MUI Sumatera Utara dan Medan, pimpinan perguruan tinggi Islam serta sejumlah tokoh masyarakat dan media.

Danau Baisha berada di Kabupaten Akto, Prefektur Kizilsu Kirgiz, di jalur China-Pakistan Friendship Highway menuju Taxkorgan dengan ketinggian sekitar 3.300 meter di atas permukaan laut.

Danau tersebut terkenal dengan pemandangan pasir putih di tepi danau yang terbentuk akibat timbunan pasir selama bertahun-tahun karena terpaan angin. Perpaduan bukit pasir putih dan air danau berwarna biru menciptakan panorama khas dataran tinggi yang menjadi daya tarik wisata di Xinjiang.

Menurut cerita lokal, kawasan itu juga dikaitkan dengan “Sungai Pasir Mengalir” dalam kisah klasik Journey to the West.

Selama perjalanan, pemandu wisata, Korban menjelaskan Dataran Tinggi Pamir membentang sekitar 400 kilometer dari utara ke selatan dan sekitar 200 kilometer dari timur ke barat.

Wilayah tersebut merupakan titik pertemuan Pegunungan Kunlun dan Karakoram serta menjadi salah satu jalur penting Jalur Sutra kuno.

Delegasi juga melintasi China-Pakistan Friendship Highway yang memiliki panjang sekitar 1.200 kilometer dan menghubungkan Kashgar dengan Islamabad, Pakistan.

Jalur tersebut dikenal sebagai salah satu koridor internasional penting yang menghubungkan China dengan Asia Selatan.

Pemandu turut menjelaskan Pegunungan Karakoram kaya akan sumber daya mineral seperti marmer dan bijih besi, sementara air lelehan salju dari pegunungan menjadi sumber air utama bagi masyarakat dan pertanian di kawasan tersebut.

Di sepanjang perjalanan, delegasi dapat melihat dari kejauhan Gunung Kongur, Kongur Tiube serta Gunung Muztagh Ata yang dikenal sebagai “bapak gunung es”

Deretan gunung bersalju, danau dataran tinggi dan bukit pasir menghadirkan panorama khas Pamir yang menarik perhatian rombongan.

Pemandu juga mengingatkan bahwa jalur pegunungan di kawasan tersebut memiliki aturan keselamatan ketat. Kendaraan diwajibkan berhenti sesuai jadwal GPS di titik tertentu dan beberapa area pegunungan tidak diperbolehkan untuk berhenti sembarangan.

Delegasi beberapa kali berhenti di lokasi yang diizinkan untuk berfoto dan menikmati pemandangan.

Menurut informasi setempat, hari kunjungan delegasi ke Danau Baisha merupakan salah satu hari dengan cuaca terbaik dalam beberapa waktu terakhir.

Meski sepanjang perjalanan sempat turun hujan, cuaca berubah cerah saat rombongan tiba di Danau Baisha sehingga panorama gunung salju, bukit pasir putih dan danau terlihat jelas.

Pemandangan perpaduan warna biru dan putih di kawasan dataran tinggi itu meninggalkan kesan mendalam bagi anggota delegasi.



Pewarta: Anggi Luthfi Panggabean
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026