Medan (ANTARA) - PT Belawan New Container Terminal (BNCT) mengatakan volume peti kemas di Pelabuhan Belawan Medan, Sumatera Utara (Sumut), mencapai 44.112 twenty foot equivalent units (TEUs) di Maret 2026, turun jika dibandingkan periode sama 2025. 

"Volume peti kemas pada tahun ini (2026) menurun dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar 55.104 TEUs," ujar Corporate Secretary PT BNCT Rizki Affandi Nasution di Medan, Jumat.

Rizki mengatakan penurunan volume peti kemas terutama dipengaruhi libur Lebaran 2026 yang terjadi pada pekan terakhir tersebut.

"Penurunan terutama terjadi pada minggu terakhir akibat libur Idul Fitri. Sebelum periode tersebut, arus peti kemas masih bergerak stabil, didorong aktivitas distribusi menjelang Hari Raya,” ujar dia.

Ia mengatakan selama periode libur, aktivitas bongkar muat dan pergerakan logistik mengalami perlambatan seiring terbatasnya operasional industri dan distribusi.

"Secara pola, kondisi itu merupakan siklus musiman yang lazim terjadi setiap tahun, khususnya pada momen hari besar keagamaan," ujar dia.

BNCT tetap menjaga layanan operasional selama periode libur dengan memastikan kesiapan fasilitas dan pengaturan jadwal kerja, terutama untuk mendukung kelancaran distribusi komoditas prioritas.

"Langkah tersebut dilakukan guna meminimalkan dampak perlambatan terhadap pengguna jasa," katanya.

Sebagai terminal peti kemas internasional di Belawan, BNCT memproyeksikan arus barang akan kembali meningkat pada April 2026 seiring normalisasi aktivitas industri dan perdagangan

BNCT mengatakan optimistis kinerja operasional akan kembali berada pada tren positif, didukung pemulihan distribusi dan penguatan koordinasi dengan pelaku logistik.



Pewarta: M. Sahbainy Nasution
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026