Medan (ANTARA) - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga melalui Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara berkolaborasi dengan Pertamina Patra Niaga menerapkan program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) guna meningkatkan layanan yang berkualitas.

"Kehadiran taman asuh yang terstandarisasi di lingkungan kerja adalah kunci dalam menjawab tantangan kependudukan dan penguatan institusi keluarga," ujar Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara Fatmawati di Medan, Senin.

Fatmawati mengatakan program Tamasya sebagai upaya dalam mengoptimalkan bonus demografi karena para ibu yang bekerja tidak merasa khawatir, atau terpaksa mengundurkan diri demi pengasuhan anak.

"Program Tamasya merupakan inisiatif BKKBN yang dirancang untuk menciptakan lingkungan kerja yang bagi para orang tua tersebut," ucapnya.

Pertamina telah mengimplementasikan program itu melalui kemitraan dengan dua Tempat Penitipan Anak (TPA), yakni TPA Azhari Education dan UPTD PS Anak Balita Medan.

"Hal itu bagian dari pendekatan siklus hidup dalam pembangunan keluarga untuk mencetak generasi masa depan yang berkualitas,” katanya.

Fuel Terminal Manager Medan Kilbergen Wilton Gultom mengatakan kolaborasi tersebut merupakan upaya perusahaan dalam menyeimbangkan produktivitas kerja dengan tanggung jawab domestik karyawan.

“Kami berkomitmen menghadirkan lingkungan kerja yang tidak hanya produktif, tapi juga ramah anak dengan fasilitas pengasuhan yang terjamin, para pekerja dapat menjalankan tugasnya dengan tenang dan optimal tanpa mengesampingkan peran mereka sebagai orang tua,” ucapnya.



Pewarta: M. Sahbainy Nasution
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026