Medan (ANTARA) - Universitas Negeri Medan (Unimed) meluncurkan buku "Membangun Negeri dari Sekolah" yang menyajikan bahwa sekolah adalah pilar utama dan motor penggerak pembangunan bangsa. 

Buku "Membangun Negeri dari Sekolah" itu ditulis tiga pakar pendidikan Sumatera Utara yakni Prof Dr Syawal Gultom, Dr Dionisius Sihombing, dan Dr Salman Munthe.

Prof Syawal Gultom di Medan, Jumat, mengatakan, buku itu hadir sebagai sebuah "dalil pengetahuan" yang secara komprehensif menguraikan hakikat pembangunan sejati melampaui kemajuan fisik, mencerminkan keadilan sosial dan keberlanjutan demi kesejahteraan yang merata bagi semua generasi. 

"Fondasi dari visi ini adalah sinergi antara tiga pusat pendidikan keluarga, sekolah, dan masyarakat yang secara kolektif bertanggung jawab atas pengembangan individu secara holistik. Pendidikan dipandang sebagai proses seumur hidup yang tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan akhlak mulia," katanya.

Ia juga menyampaikan buku itu secara cermat menganalisis anatomi sistem pendidikan, mengidentifikasi komponen-komponen krusial seperti guru profesional, sarana dan prasarana yang memadai, dan alokasi anggaran yang transparan, termasuk alokasi 20 persen dari APBN. 

Namun, para penulis tidak luput menyoroti berbagai tantangan yang menghambat kemajuan, seperti kualitas pendidikan yang rendah, ketidakmerataan akses, metode pengajaran yang pasif, dan kesejahteraan guru yang belum optimal. 

"Masalah-masalah ini tidak dianggap sebagai entitas terisolasi, melainkan sebagai bagian dari siklus sebab-akibat yang saling terkait," katanya.

Sementara Rektor Unimed Prof Baharuddin menyampaikan apresiasi yang mendalam atas lahirnya sebuah karya intelektual yang sangat berharga.

Sebuah buku bukan hanya kumpulan kata-kata, tetapi sebuah jejak pemikiran, rekaman pengalaman, sekaligus refleksi tentang cita-cita besar yang ingin kita wujudkan. 

Buku itu hadir membawa pesan yang sederhana namun mendalam yaitu bahwa masa depan bangsa ini idealnya dibangun dari sekolah.

Menurut dia, sekolah adalah tempat pertama yang menanamkan nilai, ilmu, dan karakter dan dari sekolah juga akan lahir generasi penerus bangsa yang kelak akan mengisi ruang-ruang strategis, baik sebagai guru, ilmuwan, birokrat, pengusaha, bahkan pemimpin bangsa.

Karena itu, membangun negeri dari sekolah bukanlah sekedar jargon, melainkan sebuah strategi pembangunan bangsa yang paling fundamental.

"Sebuah buku memang tidak dapat langsung mengubah dunia, tetapi ia mampu menyalakan kesadaran dan menjadi panduan bagi gerakan perubahan. Saya berharap akan ada buku-buku karya dosen lainnya yang dapat menginspirasi dan memajukan pendidikan Indonesia," katanya.



Pewarta: Juraidi
Editor : Irwan Arfa

COPYRIGHT © ANTARA 2026