Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kebudayaan mengatakan bahwa saat ini tim penyusun buku “Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global” tengah menyiapkan tampilan buku agar menarik dan dapat diterima oleh semua kalangan.“
Buku sejarah sebenarnya sudah selesai, cuma ini kan perlu dibuat, ini kan menjadi buku yang agak lux kira-kira gitu, nah tentu perlu layout yang bagus kan, tentu harus punya desain yang bagus gitu, nah sebenarnya secara substansi sudah selesai, cuma jangan sampai nanti keluar secara tampilan kurang menarik gitu kan,” ujar Restu saat ditemui di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Rabu.
Restu pun mengatakan bahwa secara keseluruhan buku ini setidaknya dapat meluncur dan bisa diakses oleh publik pada Agustus mendatang.
Sebelumnya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menargetkan buku "Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global" bisa diakses secara digital dan gratis oleh masyarakat pada Februari 2026, setelah peluncuran pada pertengahan Desember 2025.
"Dan juga tentu ada proses pengalihmediaan. Jadi butuh proses kata mereka kurang lebih 1-2 bulan. Pokoknya, saya targetkan pada bulan Februari, kalau bisa sudah bisa diakses," kata Fadli Zon (7/1).
Kementerian Kebudayaan meluncurkan buku “Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global” sebagai bagian dari upaya negara merawat memori kolektif dan memperkuat jati diri bangsa pada Minggu (14/12). Penulisan buku, yang dimulai sejak Januari 2025, melibatkan 123 sejarawan dan ahli dari 34 perguruan tinggi di Indonesia.
Buku "Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global", yang terdiri atas 11 jilid, memetakan perjalanan panjang bangsa Indonesia, mulai dari akar peradaban Nusantara; interaksi global dengan India, Tiongkok, Persia, Timur Tengah, hingga Barat; masa kolonial; pergerakan kebangsaan; perjuangan mempertahankan kemerdekaan; konsolidasi negara; era Orde Baru; hingga reformasi dan konsolidasi demokrasi sampai 2024.
Lebih lanjut Fadli Zon menegaskan buku sejarah tersebut disusun oleh para ahli dan bukan ditulis oleh pemerintah.
Ia menyebut, proses penulisan buku itu melibatkan 123 sejarawan dari 34 perguruan tinggi di Indonesia yang difasilitasi oleh Kementerian Kebudayaan melalui Direktorat Sejarah.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Tim penyusun buku sejarah Indonesia sedang susun layout agar menarik
Pewarta: Sinta AmbarwatiEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026