Medan (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) menyalurkan sebanyak 300 ton beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke swalayan atau ritel modern guna menstabilkan harga bahan pokok itu di pasaran.
"Dari pertengahan Agustus sampai saat ini, kami telah menyalurkan di sejumlah ritel modern di wilayah Sumut," ujar Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut Budi Cahyanto di Medan, Selasa.
Budi mengatakan penyaluran beras SPHP itu di antaranya Kota Medan, Kota Pematangsiantar, Kota Rantauprapat, Kota Binjai, Kabupaten Langkat.
Lebih lanjut, pihaknya terus menggencarkan beras SPHP itu ke swalayan/ ritel modern itu guna menjangkau masyarakat yang berbelanja di tempat tersebut.
"Penyaluran ini terus berlanjut dengan dibuktikan dengan hari ini kami menerima purchase order untuk menyalurkan beras SPHP ke salah satu ritel tersebut," kata dia.
Budi menambahkan penyaluran itu dilakukan sesuai kebutuhan pihak ritel dalam permintaan pasokan beras SPHP tersebut, namun tetap mengikuti peraturan bahwa setiap pembeli hanya bisa mendapatkan maksimal 10 kilogram.
"Aturan dalam penjualan tetap sama dengan mitra lainnya sesuai harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp13.100 per kilogram," kata dia.
Pihaknya terus meningkatkan kerja sama dengan ritel di wilayah Sumut guna menjaga kestabilan harga beras di pasaran dan menekan inflasi di daerah tersebut.
Selain itu, pihaknya juga menyalurkan ke mitra lainnya di antaranya pengecer di pasar rakyat, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, gerai pangan binaan pemerintah daerah, Rumah Pangan Kita (RPK) serta, gerakan pangan murah Polri maupun TNI.
Budi mengatakan untuk stok beras di gudang sekitar 43.000 ton, masih cukup untuk kebutuhan di Sumut. Apalagi diprediksi pada September mulai masuk musim panen di wilayah itu untuk penyerapan gabah kering panen (GKP).
