Medan (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) telah menyerap sekitar 40.000 ton gabah kering panen dari petani guna memperkuat cadangan pangan di wilayah tersebut.
"Kami telah menyerap sekitar 40.000 ton gabah atau setara 20.000 ton beras dari Januari hingga 4 Mei 2026," ujar Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara Budi Cahyanto di Medan, Senin.
Budi mengatakan penyerapan gabah tersebut di antaranya Kabupaten Langkat, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serdang Bedagai, Kabupaten Simalungun.
Lebih lanjut, ia mengatakan, potensi penyerapan di daerah diprediksikan pada Juni dan Juli 2026 memasuki musim panen kembali seperti di Langkat, Deli Serdang, Serdang Bedagai.
"Kami optimistis dalam penyerapan gabah lebih baik ke depan karena ada beberapa daerah rutin hujan, jadi hasilnya bisa maksimal," tutur dia.
Bulog Sumut menyatakan gabah hasil serapan tersebut kemudian diolah menjadi beras untuk digunakan sesuai penugasan pemerintah, di antaranya program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), bantuan pangan, serta penanganan bencana alam.
Budi menambahkan sebagai operator pemerintah dalam pengelolaan pangan pokok beras, Bulog memiliki tugas menyerap gabah langsung dari petani dengan harga Rp6.500 per kilogram.
Pihaknya menargetkan penyerapan gabah kering panen sebesar 62.718 ton pada 2026 guna menjaga stabilitas harga beras di wilayah tersebut.
Pewarta: M. Sahbainy NasutionEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026