Medan (ANTARA) - Sumatera Utara merupakan salah satu pintu gerbang Indonesia bagian barat yang memiliki daya tarik kuat dari sisi pariwisata dengan Danau Toba sebagai destinasi unggulannya.
Danau terbesar di Indonesia itu membentang di delapan kabupaten/kota di Sumut yang menyuguhkan panorama nan indah dari sisi pegunungan, gunung berapi aktif, pemandian air hangat maupun air danau yang jernih dengan beragam ikan di dalamnya.
Di antaranya daerah yang sering dikunjungi wisatawan dalam negeri maupun luar negeri adalah Pulau Samosir, Kota Berastagi, Desa Tongging dengan menawarkan air terjun Sipiso-piso dan pegununggan sabana, Gunung Sibayak, Desa Sidebu-debu, air soda di Kabupaten Tapanuli Utara.
Selain itu, wilayah berpenduduk sekitar 15 juta jiwa itu telah memiliki transportasi yang cukup lengkap. Sumut memiliki bandar udara bertaraf internasional, transportasi darat yang cukup baik, dan deretan hotel berbintang standar internasional.
Modal yang kuat tersebut, membuat Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus menggencarkan industri pariwisata, terutama sport tourism guna mendongkrak perekonomian wilayah tersebut.
Pemerintah saat ini telah mengadakan ajang Aquabike Jetski World Championship 2025 di Danau Toba yang diikuti 53 pembalap dari 24 negara yang digelar di Kota Balige, Kabupaten Toba pada 13-17 Agustus 2025.
Dilanjutkan F1 Powerboat 2025 yang diikuti 24 pembalap internasional berlangsung di Kota Balige, Kabupaten Toba pada 22-24 Agustus 2025.
Kemudian akan dilaksanakan kejuaraan dunia lari lintas alam Trail of the Kings - Lake Toba oleh Ultra-Trail du Mont-Blanc (UTMB) Seri Dunia 2025.
Ajang berskala internasional itu digelar di Pulau Samosir yang merupakan kawasan Danau Toba dengan lima kategori lomba 5K, 10K, 28K, 60K, dan 100K di Pulau Samosir, Sumatera Utara pada 17-19 Oktober 2025.
Sekitar 2.200 pelari dari 25 negara ditargetkan akan mengikuti dan menjadikan Trail of the Kings - Lake Toba UTMB ini sebagai salah satu ajang olahraga wisata terbesar di Indonesia.
"Bahkan ajang lari lintas alam ini merupakan satu-satunya di Indonesia. Sedangkan yang membedakan ajang ini di luar negeri, Pemprov Sumut akan mengenalkan keindahan alam dan budaya Sumatera Utara," ujar Gubernur Sumut Bobby Nasution.
Gubernur menegaskan, bahwa Trail of the Kings - Lake Toba oleh UTMB seri dunia 2025 menjadi momentum penting bagi promosi daerah terutama kawasan Danau Toba.
Adanya event internasional itu membuat kawasan Danau Toba semakin dikenal sebagai arena sport tourism yang memiliki daya tarik wisatawan untuk datang ke Sumut.
Maksimalkan potensi daerah
Danau Toba yang ditetapkan sebagai salah satu dari lima Destinasi Super Prioritas (DSP) oleh Kementerian Pariwisata pada tahun 2021 adalah modal utama ajang internasional tersebut.
Momen itu diharapkan dapat dimanfaatkan oleh seluruh komponen masyarakat Sumut untuk memperkenalkan lebih mendalam keunggulan dan potensi pariwisata yang dimiliki provinsi tersebut.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara melaporkan sebanyak 25.545 wisatawan mancanegara mengunjungi wilayah itu selama periode bulan Juni 2025.
Dari 25.545 wisman yang datang ke Sumut, didominasi dari pelancong Malaysia 43,95 persen, Singapura 8,10 persen, Tiongkok 3,36 persen, Amerika Serikat 2,09 persen, Australia 2,07 persen.
Untuk itu dalam peningkatan jumlah wisatawan asing, Komisi VII DPR RI meminta kepada pemerintah daerah setempat memperbanyak sport tourism di kawasan Danau Toba guna menambah jumlah wisatawan dan meningkatkan ekonomi lokal.
Wakil Ketua Komisi VII DPR Lamhot Sinaga mengatakan di tengah ekonomi dunia yang fluktuatif karena semua negara sudah memilih menjadikan sumber ekonomi berasal dari sektor pariwisata.
Ajang internasional itu bisa ditambah dengan pacuan kuda, sepeda gunung, arung jeram, festival lari, atau kejuaraan lainnya di setiap kabupaten/kota yang berada di daerah Danau Toba sekitar.
Hal ini dapat mendorong warga negara asing masuk ke kawasan Danau Toba dengan adanya kejuaraan internasional tersebut, seperti dari negara-negara Eropa.
Hal itu berkaca dari ajang internasional di Eropa seperti Inggris, Italia, Spanyol, Jerman, Prancis yang sukses dengan sepak bola, sehingga banyak yang datang ke benua biru tersebut.
Begitu juga negara Asia yang saat ini gencar mengadakan ajang internasional seperti Jepang, Qatar, Arab Saudi, Korea Selatan. Hal itu merupakan bagian dari sport tourism untuk meningkatkan jumlah wisatawan.
Jika dilihat dari kemajuan negara Asia maupun Eropa itu, tentu Indonesia khususnya Sumut juga tidak kalah dengan negara tersebut, karena memiliki ciri khas dari segi alam yang berbeda.
Oleh karena itu, pemerintah daerah harus memanfaatkan potensi itu secara maksimal dengan cara bersinergisitas antarpemerintah pusat, swasta maupun pemangku kepentingan yang merupakan modal kunci dalam kesuksesan kejuaraan internasional tersebut.
Pemerintah pun tentu harus terus meningkatkan kualitas masyarakat setempat maupun pengelola Danau Toba dengan cara pelatihan maupun sosialisasi terkait pelayanan kepada wisatawan, serta pelaku UMKM dengan menampilkan produk unggulan.
Kegiatan itu sangat penting demi keberlangsungan promosi wisata Danau Toba dalam jangka panjang. Apalagi, danau ini memiliki keindahan alam yang sulit ditandingi oleh objek wisata serupa di negara lain.
Dengan kolaborasi yang terus ditingkatkan, maka agenda sport tourism yang lebih banyak lagi bisa digelar dan diharapkan dapat menumbuhkan sumber perekonomian Sumut dari sektor pariwisata sehingga meningkatkan pendapatan daerah maupun masyarakat lokal.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Mengoptimalkan potensi Danau Toba melalui "sport tourism"
