Medan (ANTARA) - Sumatera Utara merupakan salah satu pintu gerbang Indonesia bagian barat yang memiliki daya tarik kuat dari sisi pariwisata dengan Danau Toba sebagai destinasi unggulan.
Danau terbesar di Indonesia itu membentang di delapan kabupaten/kota di Sumut yang menyuguhkan panorama nan indah dari sisi pegunungan, gunung berapi aktif, pemandian air hangat maupun air danau yang jernih dengan beragam ikan di dalamnya.
Di antaranya daerah yang sering dikunjungi wisatawan dalam negeri maupun luar negeri adalah Pulau Samosir, Kota Berastagi, Desa Tongging dengan menawarkan air terjun Sipiso-piso dan pegununggan sabana, Gunung Sibayak, Desa Sidebu-debu, air soda di Kabupaten Tapanuli Utara.
Selain itu, wilayah berpenduduk sekitar 15 juta jiwa itu telah memiliki transportasi yang cukup lengkap. Sumut memiliki bandar udara bertaraf internasional, transportasi darat yang cukup baik, dan deretan hotel berbintang standar internasional.
Modal yang kuat tersebut, membuat Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus menggencarkan industri pariwisata, terutama "sport tourism" guna mendongkrak perekonomian wilayah tersebut.
Peningkatan "sport tourism" itu dilakukan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution melepas pelari lintas alam kategori 100 kilometer (100K) ajang Trail of The Kings-Lake Toba oleh Ultra-Trail du Mont-Blanc (UTMB) World Series.
"Kita baru saja melepas peserta Trail of The Kings kategori 100 kilometer, dan ini pertama kalinya digelar di kawasan Danau Toba," ucap Bobby usai melepas pelari 100K di Marianna Resort and Convention Tuktuk Siadong, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.
Untuk kategori 100K, lanjut Bobby, diikuti sebanyak 61 pelari dari berbagai negara, termasuk pelari dari Indonesia sebagai tuan rumah.
Gubernur mengatakan, seluruh peserta tampak antusias dan siap menaklukkan berbagai medan untuk mencapai garis finis.
Ajang lari lintas alam Trail of the Kings - Lake Toba diselenggarakan oleh UTMB World Series dengan menampilkan panorama Danau Toba menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta dan penonton berbagai penjuru dunia.
"Tentu ini menjadi perhatian penting bagi kita dalam kolaborasi mempromosikan pariwisata Sumatera Utara. Selama beberapa hari ini, ribuan orang datang ke sini, baik dari luar negeri maupun luar provinsi," tutur Bobby.
Menurutnya, panitia menyiapkan berbagai fasilitas pendukung untuk menjamin kelancaran bagi pelari, termasuk Water Station, dan Aid Station di sepanjang rute yang melintasi hutan, perbukitan, jalur menanjak hingga jalan aspal.
Ini menjadi pembuktian, bahwa ajang internasional sebesar ini bisa dilaksanakan di Sumatera Utara. Ini sebuah kebanggaan sekaligus evaluasi untuk meningkatkan kualitas penyambutan wisatawan mulai sumber daya manusia hingga pengelolaan destinasi pariwisata," tutur Bobby.
Ajang internasional Trail of the Kings - Lake Toba oleh UTMB World Series ini memperlombakan enam kategori, yakni anak-anak, 5K, 10K, 28K, 60K, dan 100K di kawasan Danau Toba, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara pada 17-19 Oktober 2025.
"Kesan pertama bagi pengunjung haruslah mereka merasa nyaman, menikmati, dan puas," jelas Bobby.
Selain kategori 100K, Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Togap Simangunsong juga melepas kategori 60K di kawasan Waterfront City Pangururan, Samosir, pukul 06.00 WIB diikuti sekitar 100 pelari dari berbagai negara.
Kemudian, disusul kategori 28K sekitar 340 pelari, kategori 10K dan 5K yang diikuti sekitar 600 pelari. Terdapat pula kategori anak-anak sejauh 750 meter yang diikuti delapan peserta cilik.
Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom menegaskan sejak terpilih menjadi tuan rumah, pihaknya telah berbenah dan menjalin koordinasi dengan semua pihak sehingga seluruh persiapan terlaksana dengan matang.
Ajang kolaborasi dengan Pemerintah Provsu ini diharapkan dapat mendongkrak ekonomi masyarakat, meningkatkan nilai jual keindahan alam Samosir. "Sebagai tuan rumah kami sudah menyiapkan berbagai side even guna membangkitkan ekonomi kerakyatan melalui pameran UMKM," kata dia.
Bupati Samosir menyampaikan rasa bangga atas suksesnya TOTK 2025. Serta atas dukungan masyarakat yang sudah mendukung suksesnya acara, menyambut dan melayani para tamu kita dengan baik.
"Terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dan Terima kasih atas dukungan Gubernur Sumatera Utara menciptakan acara ini sebagai momentum besar untuk memperkenalkan keindahan Danau Toba dan budaya Samosir ke mata dunia,” ujarnya.
Maksimalkan potensi daerah
Danau Toba yang ditetapkan sebagai salah satu dari lima Destinasi Super Prioritas (DSP) oleh Kementerian Pariwisata pada tahun 2021 adalah modal utama ajang internasional tersebut.
Momen itu diharapkan dapat dimanfaatkan oleh seluruh komponen masyarakat Sumut untuk memperkenalkan lebih mendalam keunggulan dan potensi pariwisata yang dimiliki provinsi tersebut.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara melaporkan sebanyak 25.545 wisatawan mancanegara mengunjungi wilayah itu selama periode bulan Juni 2025.
Dari 25.545 wisman yang datang ke Sumut, didominasi dari pelancong Malaysia 43,95 persen, Singapura 8,10 persen, Tiongkok 3,36 persen, Amerika Serikat 2,09 persen, Australia 2,07 persen.
Untuk itu dalam peningkatan jumlah wisatawan asing, Komisi VII DPR RI meminta kepada pemerintah daerah setempat memperbanyak "sport tourism" di kawasan Danau Toba guna menambah jumlah wisatawan dan meningkatkan ekonomi lokal.
Wakil Ketua Komisi VII DPR Lamhot Sinaga mengatakan di tengah ekonomi dunia yang fluktuatif karena semua negara sudah memilih menjadikan sumber ekonomi berasal dari sektor pariwisata.
Ajang internasional itu bisa ditambah dengan pacuan kuda, sepeda gunung, arung jeram, festival lari, atau kejuaraan lainnya di setiap kabupaten/kota yang berada di daerah Danau Toba sekitar.
Hal ini dapat mendorong warga negara asing masuk ke kawasan Danau Toba dengan adanya kejuaraan internasional tersebut, seperti dari negara-negara Eropa.
Hal itu berkaca dari ajang internasional di Eropa seperti Inggris, Italia, Spanyol, Jerman, Prancis yang sukses dengan sepak bola, sehingga banyak yang datang ke benua biru tersebut.
Begitu juga negara Asia yang saat ini gencar mengadakan ajang internasional seperti Jepang, Qatar, Arab Saudi, Korea Selatan. Hal itu merupakan bagian dari "sport tourism" untuk meningkatkan jumlah wisatawan.
Jika dilihat dari kemajuan negara Asia maupun Eropa itu, tentu Indonesia khususnya Sumut juga tidak kalah dengan negara tersebut, karena memiliki ciri khas dari segi alam yang berbeda.
Oleh karena itu, pemerintah daerah harus memanfaatkan potensi itu secara maksimal dengan cara bersinergisitas antarpemerintah pusat, swasta maupun pemangku kepentingan yang merupakan modal kunci dalam kesuksesan kejuaraan internasional tersebut.
Pemerintah pun tentu harus terus meningkatkan kualitas masyarakat setempat maupun pengelola Danau Toba dengan cara pelatihan maupun sosialisasi terkait pelayanan kepada wisatawan, serta pelaku UMKM dengan menampilkan produk unggulan.
Kegiatan itu sangat penting demi keberlangsungan promosi wisata Danau Toba dalam jangka panjang. Apalagi, danau ini memiliki keindahan alam yang sulit ditandingi oleh objek wisata serupa di negara lain.
Dengan kolaborasi yang terus ditingkatkan, maka agenda "sport tourism" yang lebih banyak lagi bisa digelar dan diharapkan dapat menumbuhkan sumber perekonomian Sumut dari sektor pariwisata sehingga meningkatkan pendapatan daerah maupun masyarakat lokal.
Pewarta: M. Sahbainy NasutionEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.