Medan (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gelombang tinggi masih berpotensi melanda sejumlah perairan di Sumatera Utara yang harus diwaspadai karena dapat mengganggu pelayaran.
"Potensi gelombang tinggi tersebut berpeluang terjadi 9 hingga 11 Agustus 2025," kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan, Dasmian Sulviani, di Medan, Jumat.
Secara rinci disebutkan gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di perairan barat Sumatera Utara, perairan Kepulauan Batu, dan perairan timur Kepulauan Nias.
Sementara tinggi gelombang 2,5 hingga 4 meter berpeluang terjadi di perairan barat Kepulauan Nias, Samudera Hindia barat Kepulauan Nias, dan perairan barat Kepulauan Batu.
Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan berkisar 4-20 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari timur hingga tenggara dengan kecepatan angin berkisar 6-25 knot.
Sementara Prakirawan BBMKG Wilayah I Medan, Putri Diana, mengatakan cuaca di Sumatera Utara pada Sabtu (9/8) pagi rata-rata berawan dan siang menuju sore hari berpotensi hujan ringan hampir di seluruh wilayah Sumatera Utara.
Sementara pada malam hari berpotensi hujan lebat di Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara dan Pakpak Bharat, serta pada dini hari hujan di Deli Serdang, Humbang hasundutan, Karo, Sibolga, Mandailing Natal, Serdang Bedagai, Simalungun, Tapanuli Utara, Langkat, dan Tapanuli Selatan.
"Waspadai potensi hujan dengan intensitas sedang di wilayah lereng barat, lereng timur, pantai timur, pegunungan, dan pantai barat Sumatera Utara yang dapat mengakibatkan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor," katanya.
