Medan (ANTARA) - Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi  Sumatera Utara program Bangga Kencana berperan sebagai peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Sekretaris Pemerintah Provinsi Sumatera Utara  Togap Simangunsong membuka rapat koordinasi (Rakorda)  Program Bangga Kencana dan Percepatan  Penurunan Stunting Provinsi Sumatera.

"Kolaborasi lintas sektor dalam akselerasi program Bangga Kencana dan Quick Wins (percepatan) penurunan stunting melalui peta jalan pembangunan kependudukan sangat diperlukan. Kita tidak boleh bekerja dalam sekat sektoral, melainkan dalam satu gerakan yang terintegrasi dan berorientasi pada keluarga,” kata Togap di Medan, Senin. 

Ia mengatakan sesuai dengan visi dan misi Gubernur, persiapan SDM unggul harus dipersiapkan mulai dari hilir dan hulu, yakni mulai dari ibu hamil, anak usia dini hingga Lansia.

"Peran program Bangga Kencana menjadi sangat vital dalam menyokong peningkatan kualitas SDM dan daya saing daerah, menuju Indonesia Emas 2045," ucap dia. 

Kolaborasi gerakan orang tua asuh cegah stunting (Genting), menurut Togap, juga harus diimplementasikan secara masif, menyasar keluarga berisiko stunting, dengan pendekatan bantuan gizi, edukasi, dan pendampingan berkelanjutan.

“Seluruh sasaran program Genting harus dipastikan memperoleh manfaat bantuan, baik nutrisi maupun non-nutrisi, dengan keterlibatan tokoh masyarakat dan dunia usaha sebagai orang tua asuh,” ucapnya..

Kemudian Program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) Berkelanjutan, harus diterapkan di seluruh tempat penitipan anak milik pemerintah daerah, guna mendukung tumbuh kembang anak usia dini.  

“Pembentukan konsorsium Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) Maju, menjadi keharusan untuk menguatkan peran ayah dalam pengasuhan dan ketahanan keluarga. Peningkatan kesejahteraan Lansia melalui program berkah Sidaya (Lansia berdaya) harus dipastikan berjalan, karena penghormatan terhadap Lansia adalah cerminan peradaban kita,”

Kepala Perwakilan BKKBN Sumut Fatmawati mengatakan, capaian Ayah yang mengikuti program Tamasya di Sumut sudah tercapai sebanyak 1.129 Ayah atau 260.1%. Selain itu, dalam seluruh program ini juga masih ditemukan permasalahan di lapangan, di antaranya masih belum adanya penguatan materi dalam program Lansia berdaya kepada pengelola program di provinsi dan PKB sebagai pelaksana program Sidaya di lini lapangan.

Fatmati mengatakan, program utama salah satunya fondasi legal standing, adanya Surat Edaran Gubsu tentang akselerasi quick wins, berkolaborasi Genting, Sidaya dan lainnya.

"Rencananya kita sosialisasi yang mendalam terkait hal itu dan rencana aksi berikutnya," ujar Fatmawati.



Pewarta: M. Sahbainy Nasution
Editor : Akung

COPYRIGHT © ANTARA 2026