Medan (ANTARA) - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution menyebut perputaran uang di Koperasi Desa Koperasi Kelurahan/Desa (Kopdes/kel) Merah Putih yang bergerak memproduksi tahu atau tempe bisa mencapai Rp2,5 miliar.
"Salah satu unit usaha koperasi di Kelurahan Suka Maju mendistribusikan kedelai bagi pabrik tahu di kawasan ini," ucap Bobby usai meresmikan Koperasi Kelurahan Merah Putih di Kelurahan Suka Maju, Kota Binjai, Sumatera Utara, Senin.
Gubernur mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan seluruh pabrik tahu di kawasan Binjai Barat, Kota Binjai ini membutuhkan sekitar delapan ton sehari atau 240 ton per bulan kacang kedelai.
Pihaknya mengungkapkan, bahwa perputaran ekonomi dari puluhan pabrik tahu yang beroperasi tersebut bisa mencapai sekitar Rp 2,5 miliar.
"Di sini ada 42 pabrik tahu, plus sembilan pabrik tempe. Ini koperasinya per hari bisa menghabiskan delapan ton per hari, dan kurang lebih perputaran ekonomi sampai Rp2,5 miliar," jelas dia.
Gubernur menyebutkan, Koperasi Kelurahan Merah Putih di Kelurahan Suka Maju ini memasok kebutuhan kacang kedelai bagi puluhan pabrik tahu, dan sembilan pabrik tempe.
"Koperasinya ini dikembangkan menjadi distributor kacang kedelai, karena selama ini masih masing-masing pabrik tahu diakomodir melalui koperasi," katanya.
Bobby juga mengungkapkan, di Sumatera Utara telah terbentuk sebanyak 6.110 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh desa dan kelurahan se-Sumatera Utara.
"Di Sumatera Utara juga telah ada sekitar 90-an Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang sudah beroperasi," tuturnya.
Tidak hanya itu, di koperasi itu juga ada klinik yang merupakan bagian usaha Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Sumatera Utara.
"Untuk obat-obatan lengkap, harganya lebih rendah dari apotek lain," ungkap Bobby setelah mengikuti virtual peluncuran 80.000 Koperasi Merah Putih oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Kelurahan Suka Maju, Kota Binjai, Sumatera Utara.
Lurah Suka Maju Juliadi bersyukur karena kelurahannya terpilih sebagai salah satu lokasi pembentukan koperasi merah putih di Sumatera Utara.
Pihaknya pun menceritakan tahap awal pembentukan koperasi ini untuk menjual bahan pokok dan tempat simpan pinjam.
"Tapi dengan program Koperasi Merah Putih Suka Maju kami mengembangkan tiga sektor, yaitu kampung tahu, kampung perikanan dan pengrajin bambu," katanya.
Ia pun mengharapkan koperasi ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat kelurahannya.
"Terima kasih kami pada Presiden Prabowo atas program Asta Citanya mendirikan koperasi merah putih yang memberikan dampak positif bagi masyarakat Kelurahan Sukamaju dan Indonesia," kata Juliadi.
