Dokter yang tercatat sebagai anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) itu dalam webinar pada Kamis, mengatakan kondisi ini sebenarnya dialami sekitar 60 persen bayi yang lahir cukup bulan.
"Atau 80 persen bayi yang lahir prematur akan kuning dan tidak selalu karena ASI, bisa jadi karena golongan darah berbeda," kata Fitra.
Menurut Fitra, kondisi bayi menjadi kuning bisa diantisipasi dengan memperbaiki teknik dan manajemen menyusui sehingga menyusui dapat membantu mencegah terjadinya kuning yang parah.
Selain bayi kuning, imbuh dia, para ibu di daerah-daerah saat ini masih khawatir produksi ASI-nya tak cukup untuk bayi mereka sehingga wajib menyiapkan susu formula.
Pewarta: Lia Wanadriani SantosaEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026