Massa dari PMKRI, GMKI, PMII, KUPIKIR dan Gampar yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Siantar Simalungun (AMSS) dihadang aparat kepolisian dengan menutup pintu gerbang aksi ke acara pelantikan di Gedung Dewan, Jalan H Adam Malik Pematangsiantar.
Koordinator aksi, Gading Simangunsong meminta kepolisian mengizinkan masuk untuk menyampaikan aspirasi untuk pembangunan daerah kedepan yang lebih baik.
Namun ditolak pihak keamanan, sehingga terjadi perdebatan, dorong-dorongan dan dua di antaranya diamankan ke Mako Polres Pematangsiantar untuk antisipasi.
Baca juga: Wali Kota dan warga Pematangsiantar tanam 500 bibit pohon
Baca juga: Tapir "Asahan" jalani proses pemulihan di THPS Pematangsiantar
AMSS aksi menyampaikan kesiapan pihaknya berkoordinasi dengan anggota DPRD untuk bersama-sama mengawal kebijakan Eksekutif di daerah itu.
Mereka menilai, anggota DPRD lama (periode 2014-2019) tidak optimal dalam menjalankan tugas dan fungsinya pada tata kelola pemerintahan di kota " Sapangambei Manoktok Hite".
"Maka dari itu, kami berkumpul secara sukarela dan independen menuntut anggota DPRD yang baru supaya bekerja secara optimal," kata Gading.
Baca juga: Pematangsiantar siapkan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah
Pewarta: WaristoEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.