Program bedah rumah ini bertjuan agar masyarakat bisa hidup layak dengan menetap dirumah layak huni dengan fasilitas MCK. Tujuannya agar warga bisa hidup layak dan sehatTanjungbalai, (Antaranews Sumut) -Pemkot Tanjungbalai membedah sebanyak 332 unit rumah warga kalangan menengah kebawah dengan alokasi dana mencapai Rp4,980 Miliar bersumber dari APBD 2018 yang dikelola Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman setempat.
Wali Kota Tanjungbalai H.Muhammad Syahrial, Senin, mengatakan, bedah rumah itu merupakan wujud kepedulian pemerintah daerah terhadap warga agar memiliki rumah layak huni, sehat dan asri.
"Program bedah rumah ini bertjuan agar masyarakat bisa hidup layak dengan menetap dirumah layak huni dengan fasilitas MCK. Tujuannya agar warga bisa hidup layak dan sehat," ujar Syahrial.
Wali Kota melanjutkan, kreteria sasaran atau warga penerima manfaat bedah rumah adalah kalangan warga kurang mampu dan tidak memiliki pekerjaan tetap. Keterbatasan kemampuan tersebut membuat pemenuhan untuk memiliki rumah layak huni tidak tercapai.
Demi mengatasi masalah tersebut, Pemkot Tanjungbalai menggulirkan kegiatan fasilitasi dan stimulasi pembangunan perumahan dan sarana Mandi Cuci Kakus (MCK) khusus di lingkungan warga tak mampu.
Kedepannya, Pemkot Tanjungbalai akan berupaya meningkatkan anggaran dan kuota warga untuk mengikuti program bedah rumah. Insaa Allah, 2019 anggaran untuk bedah rumah akan terus ditingkatkan.
"Kami (pemkot) mengimbau kepada warga yang mendapatkan program bedah rumah agar menjaga dan merawat dengan baik rumah yang sudah dibedah sehingga layak huni," pesan Syahrial.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Yusmada menjelaskan, Rp4,980 Miliar anggaran bedah rumah itu bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU) 2018.
Yusmada merincikan, rumah sehat sederhana yang dibedah sebanyak 252 unit dengan alokasi DAK mencapai Rp3,78 Miliar, dan DAU sebanyak 80 unit dengan total anggaran Rp1,2 Miliar.
Dari ratusan rumah warga yang dibedah, sebanyak 15 unit diwilayah Kelurahan Pahang dan kelurahan Gading mendapatkan fasilitas septictank dan kloset jongkok dengan tujuan agar penghuninya bisa hidup bersih dan sehat.
"Fasilitas sanitasi ini sebagai upaya menciptakan rumah yang benar-benar layak huni yang sehat dan asri," ujar Yusmada. ***4***(KR-YWK)
Pewarta: Yan AswikaEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.