"Kegiatan pemeliharaan, monitoring tanaman yang sempat dilakukan penanaman pada bulan Maret lalu, dan juga memperbaiki akses menuju lokasi kerusakan hutan serta membersihkan jalan menuju lokasi", Jelas Ketua Yayasan CAN Muhammad Eka di Medan (30/4).
Menurut dia kegiatan yang digelar pada 28 sampai 29 April 2018 ini bertujuan untuk memperbaiki kerusakan lingkungan akibat perambahan hutan yang dijadikan lahan perkebunan oleh masyarakat.
Ketua YHUA, Ali Rusli berharap kegiatan ini dapat mengembalikan fungsi hutan yang digarap masyarakat guna menjaga kelestarian hutan dan mencegah kepunahan satwa liar yang ada di lokasi TNGL.
Saat ini menurut dia, ada sekitar 10 hektar lahan dikawasan TNGL sudah dikembalikan kefungsi hutan.
Lokasi kegiatan tersebut di tempuh selama 2 jam dengan berjalan kaki menyusuri sungai dari desa Batu Katak, atau berjarak sekitar 8 KM dari desa tersebut.
Pewarta: AkungEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.