"Sore ini air sudah semakin tinggi," kata Nurdin Nasution,50, warga Kelurahan Rianiate, Kecamatan Angkola Sangkunur, Tapanuli Selatan kepada Antarasumut melalui selularnya.
Tadi pagi imbas banjir masih menggenangi sebagian wilayah Desa Bandar Tarutung, dan Lingkungan I,II, dan III Kelurahan Rianiate.
"Namun pada sore hari ini banjir semakin meluas dimana dusun Pardomuan/Sibara-bara Desa Simataniari yang pada pagi tadi belum terkena banjir kini mulai direndam banjir mencapai 20-40 centimeter," katanya.
Untuk sementara kata dia, di wilayah Bandar Tarutung air sudah mencapai ketinggian satu meter, dan bahkan puluhan warga sudah mengungsi ke tempat-tempat yang aman.
"Bahkan ruas jalan sekitar 400 meter terputus putus menghubungkan Desa Bandar Tarutung - Lintas Pantai Barat dan PTPN III Hapesong sudah terendam air dengan ketinggian sekitar 70 centimeter,"sebutnya.
Tergenangnya ruas jalan tersebut menyebabkan arus transportasi dua arah diwilayah menjadi terganggu.
Selain infrastruktur jalan, sejumlah sekolah juga sudah mulai digenangi air seperti halnya SDN Bandar Tarutung, SDN Tindoan Laut, dan SMPN 2, Kecamatan Angkola Sangkunur.
Kepala BPBD Tapanuli Selatan Ahmad Ibrahim mengatakan atas perintah Bupati Syahrul M.Pasaribu pihaknya sudah turun kelokasi lokasi banjir guna hal mendata dan melihat langsung kejadian banjir.
Bahkan Dinas Sosial Tapanuli Selatan sembari memonitor langsung membawa persedian beras bantuan untuk diserahkan kepada yang membutuhkan.
"Kita masih mempunyai stok beras sekitar 3 ton apabila diperlukan para korban banjir tersebut," kata Kalolo sekretaris Dinas Sosial Tapsel.
Pewarta: Kodir PohanEditor : Akung
COPYRIGHT © ANTARA 2026