"Peran orangtua penting dalam kontrol setiap langkah anak agar tidak terjerumus ke hal negatif," kata Syahrul, di Sipirok, Sabtu.
Ia menyampaikan hal itu pasca remaja (pelajar) warga Tantom Angkola Tapsel dibekuk tim cyber Polda Sumut bersama Polres Tapsel atas kasus yang sempat menghebohkan atas penistaan salah satu agama di Media Sosial (facebook).
"Kita menyayangkan kasus itu terjadi, apalagi diketahui pelakunya juga masih berstatus pelajar yang masih memiliki masa depan dan masih merupakan bagian tanggung jawab orangtua,"sebutnya.
Pemkab Tapanuli Selatan tidak berkeinginan hal kasus yang sama terjadi lagi, itu merupakan pelajaran pahit yang tidak harus terulang.
"Dari situ diminta anak-anak agar untuk berhati-hati ketika berkomukiasi melalui media sosial apalagi menyangkut SARA," katanya.
Kepada para orangtua juga ia mengingatkan untuk bisa mengkontrol anak-anaknya agar terhindar dari unsur unsur tindak pidana kejahatan.
Lebih jauh Syahrul mengajak masyarakatnya untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan, serta menghargai satu sama lainnya, serta bisa menjagha kekompakan demi kemajuan pembangunan Tapsel.
Terkait pelaku penistaan agama lewat status jejaring sosial facebook yang isi kalimatnya menebar kebencian sehingga memicu konflik beberapa waktu lalu di daerah Huta Pardomuan, Sayur Matinggi, Tapsel kini sudah ditahan dan diamankan pihak kepolisian.
Pewarta: Kodir PohanEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.