Labuhanbatu, 1/9 (Antarasumut) - Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu meningkatkan 'Sadar Rabies' untuk daerah terbebas dari virus penyakit melalui gigitan hewan tersebut.
Kepala Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan Labuhanbatu Leo Sunarta melaui Plt. Kepala Bidang Kesehatan Hewan Riana, Kamis di Rantauprapat menyampaikan, langkah ini diambil untuk program Kabupaten Labuhanbatu Bebas Rabies 2020.
"Sadar Rabies menjadi slogan penting, setiap tahunnya korban selalu ditemukan dan upaya me-nol kan korban terus dilakukan," katanya.
Riana menjelaskan, penyakit rabies dikategorikan merupakan penyakit berbahaya. Dan dijadikan sebagai peringatan bagi pemilik hewan penular rabies untuk selalu waspada terhadap hewan peliharaannya.
"Sasaran kegiatan adalah HPR (hewan penular rabies). Seperti anjing, kucing , kera dan hewan sejenisnya. Dari banyak kasus, jenis anjing yang lebih mendominasi melakukan penyebaran rabies," ungkapnya.
Dia mengimbau, masyarakat atau pemilik HPR diharap sudah sadar untuk memvaksinkan hewan peliharaan kesayangannya kepada petugas setempat. Dan juga dapat mengurangi sumber makanan bagi anjing liar dengan cara tidak membuang sisa makanan ke tempat terbuka.
Pihaknya menyarankan agar hewan piaraan Anjing sebaiknya dirantai. "Anjing yang dilahirkan jika tidak akan dipelihara dengan baik, sebaiknya diserahkan ke Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Labuhanbatu, dengan adanya partisipasi masyarakat Labuhanbatu Bebas Rabies akan terwujud. ujarnya.
Pewarta: Kurnia HamdaniEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.