"Hasil laut yang harganya masih stabil hanya kepah"Langkat, Sumut, 30/8 (Antara) - Nelayan tradisional di Kabupaten Langkat banyak yang tidak pergi melaut akibat cuaca buruk yang melanda perairan daerah itu dalam beberapa hari terakhir.
Salah seorang pedagang ikan Ramli di Stabat, Selasa, mengatakan, kondisi itu mengakibatkan harga jual ikan di pasar tradisional mengalami lonjakan yang cukup tinggi.
"Harga ikan terus mengalami kenaikan diakibatkan nelayan banyak yang tidak melaut," katanya.
Menurut Ramli,kenaikan harga ikan di berbagai pasar tradisional itu diakibatkan faktor nelayan yang tidak pergi melaut, seperti nelayan di Tanjungpura, Secanggang, Babalan, Sei Lepan, dan Besitang.
Seperti harga ikan kakap merah sebelumnya Rp65.000 per kg kini naik menjadi Rp70.000, bawal sebelumnya Rp60.000 kini menjadi Rp65.000, dan senangin naik dari Rp45.000 menjadi Rp 50.000 per kg.
Demikian juga ikan gembung naik dari Rp35.000 menjadi Rp38.000 per kg, dencis naik dari Rp28.000 menjadi Rp30.000 per kg, dan sembilang naik dari Rp30.000 menjadi Rp35.000 per kg.
Jaka Permana, salah seorang pedagang ikan lainnya mengatakan, kenaikan harga juga berlangsung untuk komoditas udang dan cumi-cumi.
Hasil laut yang harganya masih stabil hanya kepah yang masih dijual dengan harga Rp 15.000 per bungkusnya.
Pewarta: Imam FauziEditor : Ribut Priadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.