Pematangsiantar, Sumut, 26/8 (Antara) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir, Sumatera Utara, mengajak elemen masyarakat untuk menjaga dan melestarikan seni budaya daerah.

"Khususnya kaum muda, banggalah dengan keunikan seni budaya kita," ujar Kepala Dinas Pariwisata, Seni, dan Budaya (Disparsenibud) Samosir, Ombang Siboro pada temu pers di Kota Pematangsiantar, Jumat.

Pemkab, kata Ombang, bekerjasama dengan elemen lainnya akan melakukan langkah-langkah dan program pembinaan sanggar-sanggar seni budaya.

Ombang mencontohkan, kepedulian dan komitmen Henry Manik, putra Samosir yang kini menetap di Belanda, mempopulerkan musik Batak di Eropa.

Henry mampu mendatangkan grup musik Eropa, Tasha Band dan Hermann Delago untuk mengadakan konser dan membawakan lagu Batak, tanpa bayaran.

"Samosir Musik International yang digelar di Samosir, wujud nyata rasa cinta Henry Manik pada kampung halaman dan budaya daerah," kata Ombang.

Ombang berharap pagelaran musik dunia tersebut bisa menjadi motivasi dan semangat baru bagi pelaku seni budaya di Samosir untuk lebih mengembangkan kreativitasnya.

Dia mengatakan, Samosir merupakan basis di bidang budaya yang harus dikembangkan dalam mendukung perkembangan dunia pariwisata.

"Tetap menjaga dan melestarikan keasrian budaya dan di momen-momen tertentu melakukan kolaborasi sehingga lebih menarik," kata Ombang.

Penyanyi lokal, Retta Sitorus yang tampil pada konser musik di Samosir mengaku bangga dan berharap ajang itu bisa memberikan energi positif bagi generasi muda.

"Harapan saya, kita semakin mencintai musik Batak, karena orang luar negeri melakukan hal yang sama," kata warga Kota Pematangsiantar itu.  

Pewarta: Waristo
Editor : Ribut Priadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026