" PWI Asahan siap membantu mengeduksi bahaya buruk dari narkoba di tengah masyarakat,"Asahan, Sumut, 1/7, (Antarasumut) - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Asahan bersama Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Asahan melakukan diskusi terhadap bahaya narkoba yang kini kondisinya telah dinyatakan bahwa Indonesia darurat narkoba.
Diskusi bahaya narkoba tersebut dirangkai dengan kegiatan diseminasi pencegahan dan pemberantasan penyalagunaan peredaran gelap narkoba yang diikuti personel PWI Asahan dari berbagai media. Dari diskusi ada sejumlah saran dari PWI Asahan diantaranya tentang pemanfaatan dan peran media untuk memberikan eduksi terhadap bahaya narkoba.
Ketua PWI Asahan, Awaluddin, Jumat menyambut baik dikusi dan desiminasi yang dilakukan pihak BNNK terhadap PWI Asahan kemarin. Artinya PWI Asahan yang merupakan lembaga tertua kewartawanan, siap membantu mengeduksi bahaya narkoba di tengah masyarakat.
“ Anggota PWI yang memiliki kompetensi siap membantu dengan gaya tulisan masing-masing media,†ujar Awaluddin.
Selain itu, Bendahara PWI Asahan, Syarizal Rany berharap BNNK Asahan juga dapat memanfaatkan media sosial dalam memberikan edukasi kepada pengemar media sosial. “ Harapan kita medsos BNNK Asahan harus lebih aktif, karena pengaruh medsos juga dapat membantu menyebarkan informasi,†ujar Rany.
Sementara itu, Kepala BNN Kabupaten Asahan, Tuangkus Harianja didampingi Plt kepala seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, Rindu Willia S.Sos menyatakan, peran media penting mengabarkan ke tengah masyarakat mengenai bahaya dan dampak dari narkoba bagi generasi bangsa.
“ Saya yakin kepada anggota PWI Asahan dapat memberikan eduksi melalui beritanya dengan baik. Sehingga masyarakat dapat lebih mengerti tentang dampak bahaya narkoba,†ujar Tuangkus sembari mengajak PWI Asahan dan seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga keluarga dari bahaya narkoba.
Diskus dihadiri oleh seluruh pengurus dan anggota PWI, diantaranya sekretaris, Indra SK serta anggota Biasa dan anggota Muda.
Pewarta: indra:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.