Tanjung Balai (ANTARA) - Untuk memperkuat sinergitas dan menjalin harmonisasi dengan semua pihak, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjungbalai-Asahan menggelar silaturahmi sekaligus bakti sosial bersama wartawan, tokoh pemuda dan aktivis di daerah setempat, Jumat.
Kepala Kantor Imigrasi Tanjungbalai, Barandaru Widiarto diwakili mengatakan, tujuan silaturahmi guna meningkatkan harmonisasi, dan dalam rangka memperingati Hari Bakti Kemenimigrasian ke-1 Tahun 2025.
"Acara ini kami (Imigrasi) harapkan menjadi wadah mempererat hubungan kemitraan sekaligus ruang diskusi terbuka antara Imigrasi dan masyarakat luas, termasuk wartawan, pemuda dan kalangan aktivis," kata Raymika Chaniago.
Ray juga menyampaikan maaf atas ketidakhadiran Kakanim dalam acara tersebut karena disebabkan ada tugas mendadak ke Kementerian Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan di Jakarta.
"Karena acara ini sudah terjadwal, tadinya pak Kanim ingin hadir langsung. Namun, sore kemarin beliau bertolak ke Jakarta untuk tugas mendadak. Pak Kanim berpesan dan berpesan, tidak hadirnya beliau tidak mengurangi hikmah dari acara yang kita laksanakan hari ini," katanya.
Atas nama wartawan yang hadir, Pelaksana tugas Ketua PWI Tanjungbalai, Yan Aswika mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai wujud kemitraan dan sinergitas yang baik antara Imigrasi Tanjungbalai dengan semua pihak.
Yan juga mengajak para wartawan di daerah setempat terus memelihara dan menjaga hubungan kemitraan dengan tetap mengedepankan Etika Jurnalistik jika seandainya ada sesuatu yang kurang baik terhadap kinerja pihak Kanim Tanjungbalai.
Dikatakannya, dalam menjalankan tugas jurnalistik, wartawan wajib menjujung tinggi etika dan memberikan hak jawab secara proporsional terhadap subjek berita, misalnya pihak Imigrasi.
"Kita (wartawan) akan dihargai dan disegani jika menyajikan berita secara berimbang. Kedepannya, sinergitas dan silaturahmi antara wartawan dan pihak Imigrasi, khususnya Tanjungbalai diharapkan terus ditingkatkan," kata Yan Aswika yang juga Pengurus PWI Sumatera Utara.
Senada dikatakan aktivis pemuda Tanjungbalai, Ramadhan Batubara. Menurutnya, untuk mengantisipasi disinformasi atau pandangan negatif terhadap Imgirasi, silaturahmi atau sharing informasi penting dilakukan secara berkelanjutan.
“Saya yakin kita semua menginginkan suasana ramah dan terbuka. Silaturahmi dan ruang diskusi seperti ini sangat baik dan diharapkan menjadi agenda rutin dalam memperkuat sinergi antara Imigrasi, media, aktivis dan elemen kepemudaan di Kota Tanjungbalai,” kata Ramadhan.
