Tapanuli Selatan, 14/5 (Antarasumut)- Harga getah petani karet khususnya di daerah Kecamatan Batangtoru Kabupaten Tapanuli menaik tipis seribu dari harga semula Rp8 ribu.
"Senin itu saya menjual getah karet Rp9 ribu atau naik seribu dari pekan lalu Rp8 ribu," kata Boru Marbun (60) penduduk dusun I Batu Horing, Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Jumat.
Isteri tercinta Babuaro Zendrato (72) ini berharap harga getah karet bisa merangkak naik.
"Mudah-mudahan harga jangan lagi turun seperti beberapa bulan lalu dikisarn Rp4 ribu, kasihan petani," katanya.
Dengan harga Rp9 ribu diakuinya sudah agak lumayan buat menambah pundi pundi keuangan mereka.
"Dalam perminggunya mereka bisa menjual getah lebih kurang 300 kilogram ke touke hasil dari 10 Hektare luas kebun karet miliknya berlokasi di dusun II Silayang-layang."
Dari luas lahan sepuluh hektare memang dianggap kurang maksimal hasilnya cuma 300 Kg per minggu, katanya, disebabkan pohon pohon karetnya yang tumbuh sekarang ini sudah mulai menua dan perlu peremajaan.
Kendati hasil kurang maksimal Boru Marbun dan Zendrato mengaku hasil didapatkan dengan harga Rp9 ribu sudah lumayan untuk menyambung hidup.
"Asal jangan turun saja kalau bisa harga naik ya syukur, karena, dengan Rp9 ribu juga sudah lumayan hasilnya buat kami berdua," kata Zendrato yang mengatakan kelima anaknya sudah pada berumah tangga.
Pewarta: Kodir PohanEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.