Dua personel pengamanan dari kepolisian dan dua pengunjuk rasa massa pasangan calon bupati dan wakil bupati periode 2015-2020, JR Saragih-Amran Sinaga, mengalami luka di bagian wajah.
Kepolisian harus menembakkan gas air mata untuk membubarkan puluhan ribu massa yang berdatangan mulai pukul 13.00 WIB, dan mengamankan empat pengunjuk rasa.
Lima komisioner juga dievakuasi ke Mapolres Simalungun, tepat berada di depan kantor KPUD, dengan pengawalan ketat.
Kapolres Simalungun AKBP Yodie Girianto Putro menjelaskan menjelang malam personel yang bersiaga di pintu masuk kantor KPU mendapat lemparan benda keras dari orang tidak dikenal.
Aksi tersebut menimbulkan suasana gaduh sehingga personel mengambil sikap dan tindakan tegas untuk antisipasi kerusuhan lebih lanjut.
"Saat ini (pukul 20.15 WIB), pantauan, aman dan terkendali," sebut Yofie.
Kepolisian telah meminta keterangan dari sejumlah pengunjuk rasa, termasuk dari tim pemenangan pasangan calon.
Massa mendatangi kantor KPU Simalungun untuk meminta kejelasan kesertaan pasangan calon JR-Amran pada Pilkada Simalungun.
Ketua KPU Simalungun Adelbert Damanik yang dihubungi menegaskan komisioner melalui rapat pleno membatalkan penetapan pasangan calon JR-Amran sebagai peserta Pilkada.
"Kami putuskan pukul 18.00 WIB menindak lanjuti rekomendasi KPU Pusat," sebut Adelbert.
Pewarta: WaristoEditor : Akung
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.