Masa tanam tanaman penyedap makanan dan menjadi konsumsi keluarga ini antara dua sampai tiga bulan, sehingga lahan bia ditanam tiga kali.
"Sampai Maret 2015 realisasinya 32 hektare dari 31 hektare luas lahan baku di lima kecamatan yang menjadi sentra produksi," sebut Kepala Bidang (Kabid) Produksi Dinas Pertanian Simalungun Juliana Dorhani Saragih, Rabu.
Dinas Pertanian kata Juliana, memberikan pelatihan untuk menambah keterampilan dan pengetahuan serta bantuan dana kepada kelompok tani yang membutuhkan.
Juliana mempersilakan kelompok tani mengajukan proposal, sebagai syarat administrasi untuk pertanggungjawaban penggunaan anggaran di dinas yang bersumber dari APBD.
"Kita seleksi, melalui survei, karena anggaran terbatas. Jika memenuhi ketentuan, kita berikan bantuan dana," kata Juliana.
Juliana menjelaskan, 10 tahun lalau Kabupaten Simalungun dikenal sebagai sentra penghasil bawang merah, terutama di Kecamatan Haranggaol Harison.
"Hancur diserang hama, dan kini mulai kita kembangkan lagi. Bank Indonesia dan BPTP juga berperan aktif dengan membina enam kelompok tani," kata Juliana.
Daerah di Simalungun yang cocok untuk komoditas tanaman bawang merah ada lima kecamatan, Haranggaol Harison, Pamatang Silimahuta, Dolok Pardamean, Dolok Silau dan Girsang Sipangan Bolon. ***3***Budi Suyanto
(T.KR-WRS/C/B. Suyanto/B. Suyanto)
Pewarta: Waristo:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.