Binjai, Sumut, 8/4 (Antara) - Pemerintah Kota Binjai, Sumatera Utara, tetap berkomitmen dalam peningkatan hak azasi manusia (HAM) terutama pemenuhan hak dibidang kesehatan dan pelayanan instalasi gawat darurat gratis di Rumah Sakit Djoelham.

"Komitemen Pemkot Binjai sangat jelas di bidang hak azasi manusia," kata Wakil Wali Kota Binjai Timbas Tarigan, di Binjai, Rabu.

Timbas Tarigan menegaskan bahwa sejak tahun 2012 Pemkot Binjai telah membentuk kelompok kerja panitia HAM.

Terbukti kita memperoleh penghargaan menyangkut hak azasi manusia ini dari Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia pada tahun 2014 yang lalu.

"Penghargaan itu tidak mungkin diterima tanpa ada keikutsertaan berbagai institusi dan masyarakat," katanya.

Apalagi di Sumatera Utara, hanya tiga daerah memperoleh penghargaan kota peduli HAM, yaitu Kota Binjai, Kabupaten Paphak Barat dan Kota Pematang Siantar.

Untuk itu Pemkot Binjai tetap konsekwen berkomitmen meningkatkan peduli HAM. Diseminasi HAM juga di implementasikan pemenuhan HAM dibidang kesehatan terutama pelayanan IGD gratis di RSUD Djoelham.

Sementara itu Kepala Bagian Hukum Salmadeni menjelaskan, deseminasi HAM, diikuti institusi Polres Binjai, Kejari, LP Binjai, FKUB, BKAG, Perguruan Tinggi, Dewan Masjid, instansi kesehatan dan camat.

Kegiatan ini diharapkan memberi pengertian kepada masyarakat, guna menumbuhkan kepedulian HAM, katanya.
Pada kesempatan itu Kepala Bidang HAM Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara Rita Uli br Situmeang, mengakui pihaknya banyak menerima permasalahan HAM.

Baik masalah pemerintah dengan masyarakat. Sebagian masalah sudah dapat diselesaikan. Rita juga mengakui, banyak pelanggaran HAM tanpa disadari oleh aparat, sebaliknya masyarakat juga enggan melaporkan, akibat kurang mengerti tentang HAM.***2***

(T.KR-IFZ/B/Suparmono/Suparmono) 08-04-2015 18:18:1

Pewarta: Imam Fauzi
:

COPYRIGHT © ANTARA 2026