Batubara, 5/11 (Antara Sumut) - Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Ir Zainal Manurung MSi mengatakan Kelompok Tani (Koptan) perkebunan dalam mengefektifkan Sustinable Managemen Sistem (SMS) atau program kontinu secara berkelanjutan.

Kini isu strategis dalam konteks perkebunan yakni, rendahnya produksi dan produktivitas petani, kurangnya pemberdayaan masyarakat, lemahnya penguatan kelembangaan dan lemahnya Sumber Daya Manusia (SDM) serta tidak optimalnya penyuluhan kepada petani.

"Sehingga muncul dinamika di lapangan, dampaknya bekurang produksi, lemahnya kelembagaan,  maka Koptan hanya bergerak jika ada bantuan pemerintah, setelah habis, masyarakatpun dalam koptan tersebut tidak bergerak lagi,” ujarnya.

Ditegaskannya dengan dilaksakanan sosialisasi dinamika Koptan hasil kerja sama semua pihak tercipta sustinable managemen sistem, kelompok masyarakat kedepan akan mengacu menjadi masyarakat pemilik, lembaga pemikir, perencana, pelaksana dan bisnisman.

"Kita akan melakukan penataan koptan perkebunan, target  kita di seluruh kecamatan minimal ada 4 koptan binaan, supaya mereka bisa memanfaaat potensi alam di desa masing-masing, mereka mendapat pemahaman atau ilmu di bidang perkebunan baik komoditi karet dan kelapa sawit, mereka diharapkan bisa memanfaatkan potensi yang ada sesuai dengan postur alamnnya, tandasnya. (Ahmad Suhaimi).


:

COPYRIGHT © ANTARA 2026