Langkat, Sumut, 13/2 (Antara) - Kendati sempat dikhawatirkan dengan bencana banjir yang terjadi baru-baru ini di beberapa kecamatan, namun dari laporan realisasi panen padi berdasarkan hasil rapat posko di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, mencapai 10.247 hektare.

"Realisasi hasl panen sudah 10.247 hektare," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Langkat Basrah Daulay, di Stabat, Jumat.

Itu berarti bila dipersentasekan dengan rencana panen seluas 82.766 hektare yang ditargetkan untuk tahun 2015 ini, sudah mencapai 12,38 persen, katanya.

"Ini sungguh sangat menggembirakan, walaupun kita sempat khawatirkan dengan banjir yang terjadi sebelumnya," sambungnya.

Basrah Daulay juga menjelaskan panen untuk padi ladang (gogo) dari rencana panen seluas 483 hektare, ternyata sekarang ini realisasinya dilapangan sudah mencapai 176 hektare atau 36,43 persen.

Secara terpisah Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Yusfik Helmi juga menjelaskan untuk panen komoditi palawija, holtikultura, juga sudah dilakukan oleh petani sekarang ini.

Dari 16 komoditi yang dikembangkan oleh instansinya yang terluas panennya yaitu tanaman jagung sudah mencapai 3.090 hektare dari target tanam seluas 24.760 hektare.

Tanaman kacang tanah sudah panen seluas 49 hektare, kacang hijau 37 hektare, ubi kayu 85 hektare, ubi jalar 23 hektare, cabai 58 hektare, kacang panjang 39 hektare.

Selain itu tanaman terong juga panen seluas 30 hektare, tomat satu hektare, ketimun 21 hektare, semangka 20 hektare, bayam delapan hektare, kembang kol delapan hektare, sawi enam hektare dan kangkung lima hektare.

"Upaya untuk peningkatan pertanaman holtikultura maupun palawija terus dilakukan, dengan memberikan berbagai penyuluhan di lapangan kepada petani," katanya.

Termasuk juga antisipasi mengenai banjir agar pertanaman ini tetap dapat bertahan hingga bisa panen seperti yang ada.***3***
(T.KR-IFZ/B/Suparmono/Suparmono) 13-02-2015

Pewarta: Imam Fauzi
:

COPYRIGHT © ANTARA 2026