"Kami sudah sampaikan RAPBD Tahun 2015 kepada DPRD," kata Wali Kota Binjai, Muhammad Idaham di Binjai, Rabu.
Idaham menjelaskan anggaran belanja daerah tahun 2015 direncanakan sebesar Rp893 miliar yang terdiri dari belanja tidak langsung sebesar Rp522 miliar dan belanja langsung sebesar Rp405 miliar.
Sementara itu untuk menutup selisih antara pendapatan daerah dan belanja akan dilakukan melalui pembiayaan sebesar Rp34 miliar.
Wali Kota Binjai mengatakan RAPBD Kota Binjai Tahun 2015 masih banyak dibebani oleh belanja aparatur daerah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan aparatur melalui kenaikan gaji dan pemberian gaji ketiga belas.
Selain itu peningkatan tunjangan, baik tunjangan struktural maupun fungsional serta belanja akibat penambahan pegawai baru.
Ia juga menjelaskan masalah yang dihadapi Pemkot Binjai dalam pembiayaan APBD 2015 adalah masih terbatasnya sumber-sumber penerimaan daerah yang mengakibatkan terbatasnya pengeluaran yang digunakan untuk penyertaan modal daerah yang merupakan investasi bagi daerah.
Walaupun dimungkinkan Pemkot Binjai melakukan pinjaman terutama dari sumber perbankan daerah, tetapi pemda masih menganggap suku bunga perbankan masih relatif tinggi. "Padahal sumber pendapatan asli daerah (PAD) sangat terbatas," katanya.
Acara pengajuan RAPBD 2015 ke DPRD Kota Binjai itu dihadiri Wakil Ketua DPRD Kota Binjai Agus Suprianto, juga dihadiri Kajari Wilmar Ambarita, Sekdakot Elyuzar Siregar, para kepala SKPD, camat dan lurah.***2***
(T.KR-IFZ/B/A. Salim/A. Salim)
Pewarta: Imam Fauzi:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.