Ia mengatakan harga berbagai jenis hasil pertanian seperti padi, jagung, ubi, kedele, sayuran, buah-buahan, karet, cokelat, kelapa sawit, pada umumnya tidak ditentukan sendiri oleh si petani, melainkan oleh pemodal, yang acap kali tidak sebanding dengan pengeluaran.
"Harga sarana produksi cukup tinggi, sementara harga jual sangat rendah, akibatnya keuntungan yang didapat petani cukup kecil," katanya.
Atas dasar itu, lanjut dia, dibentuklah Forum Komunikasi Gapoktan yang tujuan utamanya adalah melindungi petani dari berbagai permainan pemodal sehingga hasil panen dapat lebih maksimal harga jualnya dan pada akhirnya kesejahteraan petani juga dapat lebih ditingkatkan.
Forum tersebut mendorong dan melaksanakan Undang-Undang No. 19 tahun 2013 dan berperan serta sebagai mitra bagi pemerintah daerah dalam hal menyusun perencanaan, perlindungan, pemberdayaan petani dan menjadi Komisi Irigasi, Pupuk serta Pestisida.
"Kami juga akan berupaya mensinergikan berbagai program kami dengan visi-misi pembangunan Kabupaten Deliserdang. Karena kalau semua sudah berjalan bersama, mudah-mudahan pembangunan di semua bidang dapat berjalan dengan baik," katanya.
Asisten II Pemkab Deliserdang M Ali Yusuf Siregar mengapresiasi dan mendukung berbagai program Forum Komunikasi Gapoktan sehingga produksi pertanian kedepan semakin meningkat dan pada akhirnya nanti juga meningkatkan kesejahteraan para petani.
Menurut dia, Kabupaten Deliserdang sudah sejak lama dikenal sebagai daerah yang sektor pertaniannya cukup maju sehingga diyakini kehadiran Forum Komunikasi Gapoktan sangat penting dan perlu didukung dalam upaya lebih memajukan lagi sektor pertanian di daerah itu.
"Karenanya kepada seluruh pengurus diharapkan selain memperjuangkan aspirasi para Gapoktan tentu yang paling terpenting berupaya meningkatkan hasil produksi pertaniannya dan terus melahirkan ide-ide, serta mengikuti perkembangan teknologi pertanian sejalan dengan kemajuan zaman," katanya.***2***
(T.KR-JRD/B/A.J.S. Bie/A.J.S. Bie) 04-12-2014 10:18:01
Pewarta: Juraidi:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.