Medan, 13/11 (Antara) - Jaringan Kesehatan Masyarakat (JKM) terus melakukan penanggulangan penyakit TBC di masyarakat di antaranya melalui Program "CEPAT" (Community Empowerment of Peoples Against Tuberculosis).

Direktur JKM dr Delyuzar di Medan, Kamis, mengatakan Program CEPAT tersebut ini akan melakukan mobilisasi dalam menggerakkan masyarakat agar sadar, mengetahui dan ikut serta dalam penanggulangan penyakit TBC.

Dalam kegiatannya, masyarakat diberi pengetahuan sehingga apabila merasakan gejala batuk lebih dari dua minggu apalagi disertai batuk berdarah, dan berat badan menurun disertai berkurangnya nafsu makan, sebaiknya waspada dan segera memeriksakan diri ke puskesmas.

Puskesmas, sebutnya, telah memiliki pemeriksaan laboratorium melalui mikroskopik sputum (dahak) penderita untuk diperiksa apakah mengandung kuman TBC yaitu Mycobacterium Tuberculose atau tidak.

Bila dalam pemeriksaan dinyatakan positif, maka akan diberikan pengobatan secara gratis di puskesmas, katanya.

JKM juga melatih kader untuk pencarian penderita untuk mendapat pengobatan, melatih tokoh informal dan petugas agar memberikan layanan sesuai standart pengobatan dan layanan yang berkualitas.

"Penderita juga diberi dukungan kalau perlu transportasi untuk berobat dan juga dukungan psikososial," katanya.

Dalam meningkatkan keterlibatan berbagai pihak untuk mendukung program ini termasuk pendanaan, JKM melakukan advokasi kepada steakholder termasuk pemerintah dan legislatif agar mengalokasikan dana APBD untuk program penanggulangan penyakit TBC.

Sebab, katanya, semua bantuan dari luar suatu saat akan selesai dalam membantu program ini, sehingga diharapkan pemerintah dan masyarakat lebih mandiri.

"Ke depan, berbagai pihak, seperti ikatan alumni, dan para pengusaha dapat melanjutkan dukungan program ini di samping obat-obatan, juga butuh transportasi penderita dan keluarga dalam akses layanan bahkan dukungan gizi agar lebih cepat sehat," katanya.***3***

(T.KR-JRD/B/Farochah/Farochah)

Pewarta: Juraidi
:

COPYRIGHT © ANTARA 2026