"Siapapun pelakunya dan apa motifnya, harus diungkap," kata anggota DPRD Sumatera Utara Muslim Simbolon di Medan, Sabtu.
Menurut Muslim, baik sebagai kader Partai Amanat Nasional (PAN) atau masyarakat biasa, pihaknya menyesalkan aksi teror berupa penembakan terhadap rumah Amien Rais tersebut.
Berdasarkan analisis, peristiwa tersebut layak menimbulkan kekhawatiran karena dapat menunjukkan lemahnya keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Jika tokoh nasional seperti Amien Rais saja bisa menjadi korban, tidak tertutup masyarakat awam juga akan mengalami hal yang serupa.
Karena itu, unsur penegak hukum di Indonesia, termasuk kalangan intelijen harus dapat mengusut tuntas pelaku dan motif penembakan tersebut.
Dengan peralatan dan kemampuan personel, pihaknya berkeyakinan Polri dan intelijen mampu mengungkap kasus penembakan yang terjadi pada Kamis (6/11) dinihari itu.
"Barang bukti dan selongsongnya ada, pasti bisa diusut," kata politisi PAN tersebut.
Pihaknya mengharapkan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo serius mendesak institusi kepolisian dan intelijen untuk mengungkap kasus penembakan itu.
Pengungkapan tersebut dibutuhkan untuk menghindari munculnya multitafsir, sekaligus potensi fitnah dari masyarakat atas peristiwa penembakan itu.
Sebagai kader dan wakil rakyat, pihaknya mengharapkan peristiwa itu tidak memundurkan semangat Amien Rais untuk tetap bersikap kritis terhadap berbagai penyelenggaraan pemerintahan.
"Kita sangat berharap pak Amien Rais tidak mundur dan tetap kritis," ujar Muslim.
Sebelumnya, rumah Ketua Majelis Pertimbangan PAN Amien Rais di Jalan Pandeansari, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Provinsi DI Yogyakarta, ditembak orang tidak dikenal pada Kamis (6/11) dinihari.
Salah satu peluru yang ditembakkan mengenai bagian belakang mobil Amien Rais dengan nomor polisi AB 264 AR. ***1***
(T.I023/B/I. Sulistyo/I. Sulistyo) 08-11-2014 22:59:22
Pewarta: Irwan Arfa:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.