Penasehat Tata Kelola dan Pemerintahan Usaid Pioritas Mark Heyward di Medan Selasa mengatakan pihaknya akan memperkuat kapasitas pemerintah di tingkat kabupaten/kota agar mampu merumuskan program peningkatan sumber daya manusia (SDM) bidang pendidikan yang tepat dan relevan.
Hal ini karena Pemerintah kabupaten dan kota sering kesulitan untuk mendesain program peningkatan mutu guru dan tenaga pendidik yang sesuai dengan tingkat SDM yang ada dan sesuai kebutuhan daerah.
"Jadi kita akan membantu mereka agar mampu menganalisis dan merumuskan PKB," katanya.
Lebih lanjut Mark Heyward mengatakan agar PKB bisa didesain secara utuh, maka diperlukan sejumlah analisis.
Analisis itu berupa analisis kebutuhan pelatihan (training need analysis), analisis biaya dan kebutuhan pelatihan (cost and benefit analysis) dan analisis keuangan pendidikan kabupaten
"Itu semua ditujukan dalam rangka mengembangkan profesionalisme guru secara terus-menerus," katanya.
Akademisi Universitas Negeri Medan Dr. Mutsyuhito Solin mengatakan PKB dibutuhkan untuk menjamin mutu guru.
Pendidikan yang bermutu membutuhkan guru yang berkualitas. Agar kualitas terjamin maka harus ada penilaian kinerja dan pengembangan profesionalisme guru secara terus-menerus.
"Kualitas pendidikan sangat tergantung pada kualitas guru," katanya.
Menurut dia umumnya pelatihan guru belum spesifik menjawab kebutuhan guru, kebanyakan pelatihan-pelatihan tersebut masih bersifat generik.
Ini disebabkan desain program untuk pelatihan guru yang selama ini dijalankan, belum berdasarkan data-data yang ada di lapangan seperti data uji kompetensi guru (UKG) dan penilaian kinerja guru (PKG).
"Sehingga materi pelatihan yang didesain hanya bersifat umum," katanya.***3***
(T.KR-JRD/B/M. Taufik/M. Taufik)
Pewarta: Juraidi:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.