Medan,   (Antara) - Pemerintah Kota Medan dinilai belum optimal menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD), karena banyak sumber pendapatan yang belum tergarap.

Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Medan Ferdinand L.Tobing di Medan Kamis mengatakan pihaknya masih melihat ada pos-pos penerimaan PAD yang dirasakan belum maksimal upaya peningkatannya seperti pajak hotel, pajak parkir, pajak hiburan dan retribusi jasa usaha.

"Untuk itu Pemkot Medan harus lebih mengoptimalkan pengendalian dan pengawasan penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah," katanya dalam pandangan umum terhadap nota keuangan RAPBD 2015 Pemkot Medan.

Menurut dia, pengoptimalan potensi pendapatan asli daerah ini memang harus dilakukan dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah. Namun juga harus diperhatikan bahwa peningkatan pendapatan asli daerah ini janganlah dijadikan untuk menambah beban bagi masyarakat dan tidak menimbulkan distorsi ekonomi dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

"Artinya Pemkot Medan harus jeli, jangan sampai justru menambah beban masyarakat," katanya.

Selain menyoroti belum optimalnya penggalian PAD, Fraksi Golkar juga mengharapkan pada anggaran 2015, Pemkot Medan harus memberikan perhatian pada sektor pelayanan publik seperti bidang pendidikan dan kesehatan.

Untuk bidang pendidikan, menurut dia, masyarakat tidak hanya menambakan perluasan akses dan pemerataan pelayanan pendidikan baik yang menyangkut dengan kurikulum maupun tenaga pendidik berkualitas, tetapi masih sangat mendambakan sarana dan prasaran pendidikan yang representatif.

Di tahun anggaran 2015, Pemkot Medan harus sudah memikirkan dan mengambil kebijakan prioritas bagi perbaikan sekolah-sekolah negeri yang berada di daerah pinggiran kota, karena kondisinya sudah sangat memprihatinkan.

"Tak layak rasanya di kota yang kita sebut metropilitan, masih terdapat gedung sekolah negeri tempat mendidik anak-anak bangsa yang kondisinya sudah rusak," katanya.

Sementara di bidang kesehatan, katanya, masih perlu dilakukan berbagai peningkatan, baik itu kualitas kesehatan masyarakat, dan peningkatan pembangunan sarana dan prasarana puskesmas pembantu serta jaringannya.

Dari sisi pelayanan masih terdapat hal-hal yang sangat dibutuhkan untuk ditingkatkan terutama pelayanan kesehatan di puskesmas yang ada di tingkat kecamatan, karena masih terdapat puskesmas yang sudah tutup sebelum waktunya.

"Kami berharap agar kiranya Wali Kota Medan mengintruksikan sedapat mungkin puskesmas dapat beroperasi selama 24 jam. Hal ini demi untuk dapat melayani kesehatan bagi masyarakat di tiap-tiap kecamatan termasuk juga dalam penyediaan obat-obatan yang bermutu," katanya.***1***
(T.KR-JRD/C/Kaswir/Kaswir)

Pewarta: Juraidi
:

COPYRIGHT © ANTARA 2026