Pematangsiantar, Sumut, 3/9 (Antara) - Puluhan warga Kota Pematangsiantar menyampaikan penolakan pendirian menara selular di pemukiman mereka, Rabu.

Penolakan menara di Jalan Sriwijaya Kelurahan Melayu dan Jalan Komando Kelurahan Bah Kapul disampaikan kepada anggota DPRD dan Wali Kota.

Koordinasi warga Mara Salem Harahap mengemukakan upaya pendirian menara di Kelurahan Bah Kapul Kecamatan Sitalasari tidak sesuai dengan kesepakatan semula.

"Mereka (pihak pengembang) bilang di bangun jauh dari pemukiman, ternyata di samping rumah warga," kata Mara Salem.

Bahkan kata Mara salem, data dimanipulasi dengan mencantumkan nama sebagian warga dan di antaranya sudah meninggal.

"Kita minta DPRD dan Wali Kota mencabut izin dan membongkar menara di Kelurahan Bah Kapul, Kelurahan Melayu dan mengevaluasi menara di kota ini," ujar Mara salem.

Sementara Helpiaro Lahagu warga Kelurahan Bah Kapul menyampaikan kekhawatiran terjadinya konflik horizontal antarwarga yang setuju dan tidak.

"Sebelum terjadi baiknya dicegah dengan meninjau ulang kemanfaatan dan keberadaan menara di pemukiman penduduk," saran Helpiaro.

Pimpinan Sementara DPRD Pematangsiantar Eliakim Simanjuntak dan Mangatas Silalahi berjanji pihaknya akan mempelajari permasalahan ini.

"Kami baru dua hari ini. Beri kami waktu. Bila melanggar ketentuan, kita akan desak izinnya dicabut," kata Eliakim. ***3*** Budi Suyanto
(T.KR-WRS/B/B. Suyanto/B. Suyanto)

Pewarta: Waristo
:

COPYRIGHT © ANTARA 2026