Medan, 13/8 (Antara) - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memberikan apresiasi dan mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Batubara dalam upayanya mengembangkan sentra tanaman cabai merah di daerahnya.

"Pasokan cabai dari Batubara diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menekan laju inflasi akibat kenaikan harga cabai," kata Wakil Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi saat meninjau sentra tanaman cabai di Desa Lubuk Cuek, Kecamatan Limapuluh, Kabupaten Batubara, Rabu.

Dalam kesempatan tersebut, Erry juga menyempatkan diri diskusi guna menggali sejumlah persoalan yang dihadapi petani cabai di Batubara.

Dari hasil diskusi, pengairan dan sarana jalan raya merupakan masalah yang harus segera mendapat solusi.

"Pemerintah Provinsi dan Pemkab Batubara akan terus berkoordinasi mencari jalan keluar dari sejumlah persoalan yang ada. Dengan begitu, sentra tanaman cabai di Batubara akan terus berkembang dengan pesat," katanya.

Secara rinci Erry menyatakan, luas tanaman cabai di Sumut dewasa ini mencapai 13.694
hektar dengan kapasitas produksi 197.409 ton yang tersebebar di sejumlah kabupaten.

Sentra tanaman cabai terluas berada di Kabupaten Karo dengan areal mencapai 4.524 hektare dengan kapasitas produksi 44.111 ton, kemudian Kabupaten Bantubara 3.161 hektar dengan kapasitas produksi 33.623 ton.

Selanjutnya Kabupaten Simalungun seluas 1.540 hektare dengan kapasitas produksi 26.737 ton
dan Kabupaten Tapanuli Utara seluas 1.149 hektare dengan kapasitas produksi mencapai 18.809 ton.

"Saya menyatakan apresiasi kepada Pemkab Batubara dan petani cabai yang mempu menggeser posisi Simalungun yang sebelumnya menempati posisi kedua terluas sentra tanaman cabai di Sumut. Untuk itu, mari tingkatkan semangat, terus kembangkan tanaman cabai di daerah ini," katanya.

Sentra tanaman cabai di Kabupaten Batubara tersebar di Desa Lubuk Cuek, Desa Gambus Laut, Puwodadi, Desa Pematang Tengah dan sejumlah desa lainnya di Kecamatan Limapuluh, Kabupaten Batubara.

"Khusus di Desa Lubuk Cuek saja, luas tanaman cabai di satu areal mencapai 500 hektar lebih. Ini hamparan tanaman cabai terluas yang ada di satu areal di Sumut," katanya.

Erry juga menyinggung cabai yang menjadi pemicu inflasi di Sumut berdasarkan hasil pengamanatan dan penelitian Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumut pada menjelang Ramadhan dan Lebaran 2014 lalu.

"Akibat tingginya harga dipasaran, cabai menyumbang tingkat inflasi di Sumut. Dengan adanya sentra tanaman cabai di Batubara ini, saya berharap, cabai tidak lagi menjadi salah satu penyebab inflasi dimasa mendatang," katanya.***2***
(T.KR-JRD/B/Z. Abdullah/Z. Abdullah)

Pewarta: Juraidi
:

COPYRIGHT © ANTARA 2026